Juni 2026, Pembongkaran Fisik Jembatan Kewek Kota Yogyakarta Mulai Dieksekusi
- 28 Mei 2026 14:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pembangunan kembali Jembatan Kewek, Kota Yogyakarta mulai digulirkan. Tahapan pembongkaran fisik jembatan yang masuk sebagai bagian kawasan pusaka Kotabaru, akan berlangsung mulai bulan depan, atau Juni 2026.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari proyek total penggantian dan revitalisasi sarana vital penghubung kawasan Kotabaru dan Malioboro tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti mengatakan, kontrak pengerjaan sudah resmi berjalan sejak akhir April lalu. Saat ini, proyek yang dipegang langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan sudah memasuki tahapan sosialisasi serta persiapan material.
"Sudah berkontrak 30 April. Ini sudah sosialisasi, sudah persiapan, tapi bongkarnya mungkin sebentar lagi karena dia harus pesan beberapa material. Mungkin bulan depan," katanya, Minggu, 23 Mei 2026.
Umi menjelaskan, kontraktor sengaja mendahulukan penguatan struktur di bagian bawah jembatan terlebih dahulu, untuk nanti dilakukan pembongkaran yang dieksekusi penuh per Juni 2026. Langkah ini dipilih pihak pelaksana, demi mengantisipasi risiko keselamatan pekerja dan lingkungan masyarakat di sekitaran Jembatan Kewek.
"Karena bongkarnya malah akhir, mau dimulai dari bawah dulu. Dinding-dinding penahannya dulu, baru nanti bongkar. Takutnya kalau bongkar dulu, dinding penahan yang kiri-kanan ini belum siap," ujarnya.
Berdasarkan pemantauan, pergerakan di lapangan mulai terlihat, di mana deretan material hingga alat berat sudah disiagakan. Umi menambahkan bahwa saat ini pekerja sudah mulai mencicil pembuatan sistem pipa saluran kabel bawah tanah atau ducting di area sekitar jembatan.
Nantinya, tidak hanya merombak struktur jembatan, proyek revitalisasi sekaligus menata kawasan, termasuk pembangunan taman pendukung dan perbaikan pedestrian. Akan tetapi, fasilitas estetika yang didanai APBD Kota Yogyakarta tahun anggaran 2027 tersebut dipastikan belum akan dikerjakan dalam waktu dekat.
"Supaya pengerjaannya tidak menumpuk di waktu yang sama, mengingat keterbatasan space di lokasi. Kalau bersamaan, nanti susah tempatnya," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP, Hasri Nilam Baswari menyampaikan, meski pembangunan struktur utama jembatan dibiayai penuh APBN, ada beberapa bagian proyek yang menerapkan skema cost-sharing melibatkan APBD Kota Yogyakarta. Dijelaskan, anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat akan difokuskan untuk pembangunan fisik dan penataan taman di sisi samping jembatan.
Sementara itu, Pemkot Yogyakarta melalui alokasi APBD bakal mengambil peran dalam penataan trotoar atau jalur pedestrian di sekitarnya. Satu hal yang bakal berubah signifikan adalah kenyamanan pejalan kaki, karena pihaknya berencana memperlebar pedestrian sepanjang Jembatan Kewek.
"Untuk trotoarnya rencananya kami lebarkan sampai 2 meter. Kalau sekarang kan 1,3 meter ya, nanti kurang lebih 1,5 sampai 2 meter, tergantung kondisi, biar pejalan kaki lebih nyaman," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....