Cegah Penyalahgunaan Obat-obat Tertentu, BBPOM DIY Gandeng Sejumlah Pihak
- 21 Mei 2026 13:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta menggelar Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di Fortune Suites Malioboro, Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan upaya dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan tertentu.
Kepala BBPOM Yogyakarta, Ani Fatimah Isfarjanti menyampaikan kegiatan tersebut penting dan strategis mengingat penyalahgunaan obat-obatan tertentu seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, dan Ketamin, telah menjadi ancaman tersembunyi bagi generasi muda.
“Penyalahgunaan obat-obat tertentu tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpotensi merusak masa depan bangsa melalui penurunan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Ani mengatakan penyalahgunaan OOT turut berkaitan dengan meningkatnya tindak kriminalitas, khususnya di kalangan generasi muda. Menurutnya, obat-obatan tersebut kerap disalahgunakan bagi generasi muda.
“Obat-obatan tertentu ini disalahgunakan karena dianggap lebih aman, lebih murah, dan mudah didapat di sarana ilegal ataupun melalui online,” ucapnya saat ditemui disela kegiatan.
Untuk menekan penyalahgunaan OOT, BBPOM Yogyakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah DIY dalam menjalankan rencana aksi bersama.
Upaya yang dilakukan meliputi langkah represif berupa pengawasan dan penindakan, serta langkah preventif melalui komunikasi, informasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berlanjut dengan kolaborasi lain yang lebih mengarah pada pencegahan dibanding penindakan yang membutuhkan upaya lebih besar.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY, Faried Zulkarnaen menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah kota, BPOM, dan berbagai pihak terkait dalam mengantisipasi peredaran gelap narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan.
“Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, harapan kita Yogyakarta menjadi daerah yang bersinar, yaitu bersih dari narkoba,” ujarnya.
Faried juga berharap partisipasi masyarakat terus diperkuat untuk mendukung berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap komitmen BBPOM Yogyakarta dalam membangun sinergi pencegahan penyalahgunaan OOT di masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu ini,” katanya saat memberikan sambutan
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama penanganan dan pencegahan penyalahgunaan OOT oleh instansi terkait, organisasi profesi, akademisi, asosiasi pelaku usaha, dan komunitas pegiat anti narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....