Waspada Video AI Tirukan Suara dan Wajah Sultan HB X di WhatsApp

  • 23 Jul 2026 10:58 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengimbau masyarakat waspada terhadap beredarnya video hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) yang mencatut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Video yang beredar melalui aplikasi WhatsApp tersebut dipastikan bukan pernyataan resmi Sri Sultan maupun produk dokumentasi Pemda DIY.

Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Ditya Nanaryo Aji mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran setelah menerima laporan dari GKR Condrokirono. Penelusuran dilakukan untuk memastikan asal-usul video sekaligus mengidentifikasi dugaan penggunaan teknologi AI.

"Hasil pengecekan kami menunjukkan bahwa video tersebut bukan berasal dari dokumentasi Humas Pemerintah Daerah DIY. Dari isi maupun cara penyampaiannya, kami memastikan itu merupakan video hasil rekayasa menggunakan AI," katanya, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Ditya, isi video menjadi indikator kuat bahwa rekaman tersebut bukan pernyataan asli Sri Sultan. Pasalnya, video memuat narasi yang menyentuh ranah pribadi seseorang, sesuatu yang tidak pernah disampaikan Gubernur DIY dalam komunikasi resmi maupun wawancara.

"Selama kami mendampingi kegiatan kehumasan, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan yang masuk ke ranah pribadi seseorang seperti yang tergambar dalam video tersebut. Karena itu kami dapat memastikan bahwa konten tersebut bukan pernyataan beliau," katanya.

Ia menjelaskan, video tersebut beredar melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, bukan kanal komunikasi resmi Pemda DIY. Selain menirukan wajah dan suara Sri Sultan, isi video diduga mengarah pada modus penipuan.

"Isi videonya seolah-olah mengarahkan seseorang agar melakukan pembayaran suatu barang sebelum barang tersebut dikirim. Bahkan di dalam video itu juga disebut nama seseorang. Hal seperti ini tentu tidak mungkin disampaikan oleh Ngarsa Dalem," katanya.

Menyikapi temuan tersebut, Pemda DIY mengedepankan upaya edukasi kepada masyarakat mengenai potensi penyalahgunaan AI. Masyarakat diminta lebih cermat memverifikasi setiap informasi yang mengatasnamakan pemerintah maupun pejabat publik.

"Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa teknologi AI dapat disalahgunakan untuk membuat konten yang tampak meyakinkan. Setiap menerima informasi yang mengatasnamakan Pemda DIY maupun Gubernur, pastikan terlebih dahulu sumbernya sebelum memercayai atau menyebarkannya," ucapnya.

Ia menambahkan, Pemda DIY fokus memperkuat literasi digital masyarakat agar lebih mampu mengenali konten rekayasa AI. Upaya ini dilakukan untuk mencegah potensi penipuan maupun penyebaran informasi palsu di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....