Ini Langkah Esti Wijayati Terkait Rencana Pemindahan UNY ke Gunungkidul
- 03 Mei 2026 14:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, memberikan perhatian pada rencana pemindahan sejumlah Program Studi (Prodi) Sekolah Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari wilayah Kulon Progo ke Gunungkidul. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo segera mengambil langkah strategis untuk mempertahankan keberadaan kampus tersebut.
My Esti menilai, keberadaan kampus UNY di Kulon Progo memberikan efek domino yang positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, terutama sektor jasa kos-kosan dan usaha kecil lainnya. Dengan kepindahan prodi-prodi tersebut, tentunya akan merugikan ekosistem ekonomi yang sudah terbangun.
"Kita harus mengoreksi mengapa pihak kampus memutuskan untuk pindah. Ini menjadi tugas teman-teman di Kabupaten untuk mempertanyakan alasannya. Jika bisa dipertahankan (digendholi), tentu harus kita pertahankan," ujarnya, Minggu 3 Mei 2026.
Esti mendorong Pemkab Kulon Progo segera melakukan lobi intensif dan membuka ruang komunikasi dengan UNY, untuk memahami kebutuhan atau hambatan yang dihadapi pihak UNY sehingga rencana pemindahan tersebut muncul.
"Pemkab harus melakukan lobi secara intensif, apa keberatannya sehingga harus pindah dan apa yang diharapkan. Pemkab harus berani menyatakan dukungan atau fasilitas apa yang bisa diberikan supaya mereka tidak pindah," ujarnya.
My Esti menuturkan, kampus UNY di Kulon Progo dan Gunungkidul sebenarnya memiliki segmentasi pasar mahasiswa yang berbeda. Kampus Kulon Progo dinilai strategis bagi mahasiswa dari wilayah Jawa Tengah, sementara Gunungkidul lebih menjangkau wilayah timur seperti Pacitan.
"Harapan kita UNY di Kulon Progo ini jangan dipindahkan. Lokasi ini menampung mahasiswa dari berbagai wilayah yang mungkin keberatan jika harus berpindah lokasi," ujarnya.
Sebagai anggota DPR RI yang bermitra dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), My Esti berencana menjalin komunikasi dengan kementerian terkait agar prodi yang sudah ada di Kulon Progo tetap dipertahankan, sementara pengembangan di Gunungkidul bisa diarahkan pada program studi baru lainnya.
"Ini tugas saya karena Dikti adalah mitra kerja saya. Saya akan berusaha menyampaikan agar prodi di Kulon Progo tetap berada di sini. Sayang sekali kalau sampai pindah (eman-eman)," ucapnya.
Anggota DPRD DIY, Fajar Gegana, menekankan pentingnya peran aktif Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam menjalin kerja sama erat dengan perguruan tinggi yang ada di wilayahnya.
Ia menjelaskan, kehadiran UNY di Kulon Progo berawal dari Sekolah Guru Olahraga (SGO) pada masa kepemimpinan Bupati Toyo Santoso Dipo. Seiring berjalannya waktu, institusi tersebut berkembang pesat dengan penambahan gedung, fasilitas olahraga, hingga berbagai fakultas baru berkat dukungan penuh dari pemerintah dan pemangku kepentingan (stakeholder) setempat.
"Universitas tidak bisa berdiri sendiri. Cerita awal masuknya UNY ke sini sukses karena semua stakeholder maupun pemerintah menyambut baik dan membangun kerja sama untuk memfasilitasi perkembangannya," ujarnya.
Fajar menjelaskan, pemerintah daerah harus hadir untuk "menemani" universitas agar mereka tidak merasa berjuang sendirian. Pemkab diharapkan rutin berkomunikasi untuk memetakan bantuan atau peningkatan apa yang dibutuhkan agar universitas dapat berkembang cepat dan menarik lebih banyak mahasiswa.
Selain UNY, Fajar juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan universitas lain seperti IKIP PGRI Wates dan rencana operasional Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kulon Progo. Pemkab harus menjadi support system yang nyata melalui pembangunan infrastruktur penunjang.
Fajar mendorong pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret, baik dalam penyediaan sarana prasarana maupun akses jalan. Upaya ini pemting agar pihak universitas merasa nyaman berinvestasi di bidang pendidikan, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Kulon Progo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....