Aspirasi Pengemudi Becak Mengemuka dalam Audiensi Penataan Malioboro

  • 30 Jul 2026 15:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, – Suasana Ruang Rapat Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta di Babarsari dipenuhi perwakilan paguyuban becak motor, pada hari Kamis , 30 Juli 2026. Audiensi yang mengangkat tema rencana penutupan jalur Malioboro untuk kendaraan bermotor tersebut menjadi wadah dialog antara pemerintah dan para pengemudi becak untuk membahas penataan kawasan wisata Malioboro.

Dalam audiensi tersebut, Dishub DIY menjelaskan bahwa penataan lalu lintas dilakukan untuk menciptakan kawasan Malioboro yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki serta wisatawan. Pemerintah juga menyampaikan bahwa kebijakan tersebut telah disosialisasikan kepada perwakilan paguyuban agar informasi dapat diteruskan kepada seluruh anggotanya.

Selain membahas penutupan jalur, pemerintah turut menyampaikan rencana penggantian becak motor menjadi becak listrik secara bertahap sebagai bagian dari pengembangan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Program tersebut diharapkan tetap memperhatikan keberlangsungan mata pencaharian para pengemudi becak yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas wisata di kawasan Malioboro.

Melalui audiensi itu, pemerintah juga membuka ruang diskusi bagi paguyuban becak motor untuk menyampaikan berbagai masukan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Berbagai aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kebijakan sehingga penataan kawasan Malioboro dapat berjalan secara bertahap dan berpihak kepada seluruh pihak yang terdampak.

sejumlah becak motor yang sedang menunggu penumpang dan menunggu shift untuk ke malioboro sambil beristirahat sejenak usai menghadiri audiensi di dishub DIY pada kamis 30 juli 2026 ( Foto:RRI/naila)

Salah seorang pengemudi becak motor yang telah bekerja sejak 1985 mengaku memahami tujuan pemerintah dalam menata kawasan Malioboro. Namun, kebijakan penutupan jalur dinilai membuat pengemudi harus menempuh rute yang lebih jauh saat mengantar penumpang. "Kalau pemasukan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Yang repot itu jalannya harus muter, tidak bisa langsung," ujar Ariyadi.

Informasi mengenai penutupan jalan telah diterima melalui pengurus paguyuban yang kemudian diteruskan kepada seluruh anggota, ujar ariyadi. Ia juga menjelaskan bahwa perwakilan paguyuban beberapa kali mengikuti forum bersama pemerintah untuk menyampaikan aspirasi para pengemudi. Menurutnya, tujuan pemerintah sudah baik, tetapi kondisi jalur alternatif yang kerap mengalami kemacetan masih menjadi kendala ketika mengantar penumpang.

Profesi sebagai pengemudi becak motor masih menjadi sumber penghasilan utama bagi dirinya dan banyak rekan sesama pengemudi.ucap ariyadi Ia mengaku tidak memiliki pekerjaan lain, sementara istrinya yang dahulu bekerja sebagai pembatik kini lebih banyak mengurus cucu di rumah. Kondisi tersebut membuat para pengemudi berharap kebijakan pemerintah tetap memberikan ruang bagi mereka untuk mencari nafkah.

Terkait rencana penggantian becak motor menjadi becak listrik, Ariyadi mengatakan" siap mengikuti kebijakan pemerintah apabila seluruh proses telah dipersiapkan dengan baik". Menurutnya, hingga kini baru sebagian kecil anggota paguyuban yang menerima becak listrik. "Kalau memang pemerintah sudah siap dan becaknya benar-benar ada, kami mengikuti. Yang penting jelas penggantinya," ucap Ariyadi. (Afifah zahra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....