PT Angkasa Pura Indonesia YIA Jajaki Kerjasama Dengan China Southern Airlines

  • 21 Apr 2026 05:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, KULON PROGO – Manajemen maskapai China Southern Airlines berkunjung ke Yogyakarta International Airport (YIA), Senin 20 April 2026. Kunjungan ini untuk menjajaki kemungkinan pembukaan rute penerbangan langsung menuju bandara tersebut.

Dalam pertemuan ini hadir perwakilan dari berbagai asosiasi, antara lain, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Yogyakarta, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Yogyakarta dan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTindo) Yogyakarta.

General Manager Bandara YIA, Muhammad Thamrin, mengatakan, pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk mempelajari ekosistem dan potensi pasar yang ada di Yogyakarta.

Dalam pertemuan tersebut, pihak pengelola bandara memaparkan berbagai keunggulan infrastruktur YIA, di antaranya, Kapasitas Bandara YIA yang mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun. Bandara Internasional tersebut juga didukung infrastruktur memadai seperti landasan pacu yang mampu melayani pendaratan pesawat komersial tipe terbesar.

Berdasarkan Data imigrasi, turis asal China masuk dalam enam besar kunjungan terbanyak ke Indonesia pada 2025, bahkan naik ke posisi tiga besar pada kuartal pertama 2026.

"Kami harap kolaborasi ini menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu destinasi utama bagi penumpang dari China," ujarnya.

General Manager China Southern Airlines, Wang Hongxiong, menyampaikan bahwa selama ini tujuan utama penumpang dari Tiongkok masih didominasi oleh Bali dan beberapa kota besar lainnya. Namun, pihaknya mulai melihat ada minat yang besar terhadap potensi wisata di Yogyakarta.

Wang menjelaskan, status Yogyakarta sebagai pusat sejarah Indonesia menjadi daya tarik bagi pasar Tiongkok. Eksplorasi yang dilakukan saat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kekayaan budaya lokal kepada para calon penumpang.

"Kami tahu bahwa ada banyak tempat yang terkenal di Yogyakarta, terutama untuk budaya dan sejarahnya. Itulah alasan mengapa kami berada di sini, untuk mengeksplorasi potensi yang ada guna menarik lebih banyak penumpang dari China," ujarnya.

Lebih lanjut, Wang menjelaskan, rencana ini akan didukung oleh hubungan bilateral yang telah terjalin lama. Sinergi dalam bidang bisnis, politik, dan budaya di masa lalu telah meletakkan pondasi yang kuat bagi pengembangan sektor transportasi udara di masa depan.

"Di masa lalu, kita sudah memiliki sejarah yang luar biasa dalam kerja sama bisnis, politik, dan budaya. Kita harus lebih saling memahami satu sama lain. Saya berharap kita dapat melihat peluang besar di sini," ujarnya.

Melalui penjajakan ini, diharapkan konektivitas Tiongkok dan Yogyakarta dapat terwujud, sehingga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....