PT Angkasa Pura Indonesia Dukung Pencegahan Stunting di Kulon Progo
- 11 Sep 2026 15:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO — Sebanyak 115 balita di Kabupaten Kulon Progo menerima bantuan gizi melalui program InJourney Airports Pangan Berdaya Tahun 2026. Program inisiasi dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung peningkatan status gizi balita serta mempercepat penurunan angka stunting di wilayah sekitar bandara.
Pelaksanaan program ini ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Muhammad Thamrin, di Aula Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan, pada Jumat, 11 September 2026. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Ketua Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kabupaten Kulon Progo, Panewu Panjatan, Kepala Puskesmas Panjatan II, serta Lurah Pleret.
Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan Puskesmas Panjatan II, total anggaran senilai Rp100juta disalurkan melalui program ini. Bantuan yang diberikan meliputi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan, berupa Makanan siap santap diberikan satu kali sehari kepada 115 balita secara rutin selama 28 hari berturut-turut, mulai tanggal 2 hingga 29 September 2026. Selain itu juga diberikan Multivitamin, edukasi Gizi, dan Bantuan Ayam Petelur.
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Muhammad Thamrin, menjelaskan, program ini merupakan bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pilar Sosial Prioritas TPB 2 (Tanpa Kelaparan).
"Program PMT Pemulihan bagi balita yang memerlukan tambahan gizi bertujuan untuk menurunkan angka kekurangan gizi, baik stunting maupun wasting. Program berkelanjutan ini telah dimulai sejak tahun 2012 hingga saat ini sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap lingkungan sekitar wilayah kerja bandara," ujarnya.
Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, InJourney Airports, kader kesehatan, dan masyarakat luas, program InJourney Airports Pangan Berdaya diharapkan tidak hanya mendongkrak status gizi balita, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Semoga program berkelanjutan ini dapat turut membantu kesejahteraan masyarakat, memberikan pemahaman tentang pola hidup sehat, serta memperkuat kepedulian terhadap kesehatan anak sebagai salah satu pondasi penting masa depan bangsa," kata Muhammad Thamrin.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya para kader posyandu sebagai garda terdepan di tingkat akar rumput.
"Pemerintah harus bisa menggandeng semuanya, harus bisa merangkul semuanya. Wujud komitmen dan keberadaan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada hari ini adalah cerminan kepedulian dan semangat bersama untuk kemajuan masyarakat Kulon Progo," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan gizi buruk dan stunting, bukan semata-mata karena kekurangan materi, namun juga berkaitan erat dengan pola asuh serta pola asupan kesehatan yang kurang tepat di dalam keluarga.
Oleh karena itu, Ambad mengajak para orang tua untuk senantiasa memberikan perhatian penuh kepada tumbuh kembang anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....