Panen Melon di Wates, Jadi Bukti Nyata Wakaf Produktif Mampu Dongkrak Ekonomi Umat

  • 15 Sep 2026 13:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo – Tanah wakaf bukan lagi sekadar lahan tidur pada saat ini. Melalui pengelolaan berbasis ekonomi produktif, Pondok Pesantren Nurul Ummah Dua (Nurmuda) Wates, Kulon Progo, berhasil mengelola tanah wakaf menjadi lahan produktif.

Hal ini terlihat dalam Panen raya melon wakaf produktif pada Selasa 15 September 2026. Agenda ini menjadi milestone penting dalam optimalisasi aset keagamaan untuk kesejahteraan masyarakat lokal.

Panen raya ini dihadiri langsung oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., didampingi Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd., serta Kepala Kanwil Kemenag DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H. M.Hum.

Posisi Strategis dan Potensi Raksasa Dana Umat

Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, Wahib Jamil, menegaskan keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menjadi peluang besar bagi produk berbasis wakaf.

"Saat ini Kulon Progo berada pada posisi yang strategis dengan adanya bandara internasional. Kami berharap produk-produk UMKM berbasis wakaf akan mampu bersaing dengan produk lainnya," ujarnya.

Dirzawa Kemenag RI, Waryono Abdul Ghafur, menjelaskan, Dana yang masuk ke Lembaga Amil Zakat (LAZ) secara nasional dapat menembus angka lebih dari Rp30 triliun per tahun, bahkan ada LAZ yang mampu menghimpun hingga Rp300 miliar per tahun. Bahkan pada saat ini, DIY telah memiliki 121 Kampung Zakat yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

"Islam mempunyai mekanisme zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam pengembangan perekonomian. Mari kita dukung bersama pengembangan ekonomi masyarakat di Indonesia," katanya.

Kakanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, mengapresiasi sinergi lintas pihak yang berhasil menghidupkan lahan di PP Nurmuda. Menurutnya, Kemenag DIY menyiapkan lahan wakaf seluas 1.500 meter persegi khusus untuk pengembangan budidaya melon premium.

Diharapkan model produktif ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain agar aset wakaf memberi manfaat nyata bagi nazir dan umat.

Acara ini turut dihadiri jajaran Kankemenag Kulon Progo, Pengasuh PP Nurul Ummah 2, BWI DIY & Kulon Progo, BAZNAS, LAZ, Ormas Islam, serta tokoh masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....