Pererat Komunitas Tentara Pelajar Oude Fiets Gelar Buber
- 28 Feb 2026 17:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO – Komunitas sepeda tua Tentara Pelajar Oude Fiets (TPOF) Kulon Progo menggelar buka bersama yang dibalut dengan pengajian rohani, dalam rangka mempererat silaturahmi antar anggota. Dalam kegiatan yang digelar di Markas TPOF, Gang Sadewa Beji, diundang Ustadz Subban Wisali Nur, yang merupakan Ketua 2 Takmir Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, sebagai pembicara utama.
Ketua TPOF Kulon Progo Maruto mengatakan inisiatif mengundang Ustadz dari Masjid Jogokariyan bertujuan untuk menyerap ilmu manajemen kegiatan yang viral dan sukses diterapkan di masjid tersebut.
"Kami berharap banyak informasi program kegiatan, kenapa Masjid Jogokariyan bisa menjadi seperti ini dan viral, serta hal-hal yang mungkin belum terpikirkan oleh lainnya," ujarnya, Sabtu 28 Februari 2026.
Sesuai dengan tema komunitas yaitu "Bersepeda Tua Menuju Takwa, Sehat Jasmani Rohani", Maruto menjelaskan bahwa kegiatan "ngontel" atau bersepeda tidak hanya sekadar olahraga fisik. Bersepeda bidamemberikan rasa nyaman layaknya berwisata, yang kemudian disempurnakan dengan siraman rohani.
"Sehat jasmani kita dapatkan dari ngontel, sedangkan rohani kita perkuat melalui pengajian. Takwa itu ketaatan kepada Allah dan berbuat baik. Saat kita bersepeda sambil menebar kebaikan, di situlah kita mengimplementasikan ketakwaan tersebut," jelas Maruto.
Selain berkumpul dan bersepeda, lanjut Maruto, TPOF juga aktif dalam berbagai aksi sosial di wilayah Kulon Progo. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain bersih-bersih selokan bersama warga untuk menjaga ekosistem air, Menjenguk anggota yang sakit dengan konvoi bersepeda bersama dan Pemberian bantuan sosial ke panti asuhan saat momen hari ulang tahun komunitas.
"Kami juga Mengadakan giat bersih-bersih di kawasan Glagah," ucapnya.
Saat ini, TPOF memiliki anggota aktif sekitar 50-60 orang yang tersebar di berbagai wilayah. Komunitas ini bersifat terbuka bagi masyarakat umum yang ingin bergabung dalam semangat melestarikan sepeda tua sekaligus meningkatkan nilai-nilai religius dan sosial.
Ketua RW 02 Beji Puji Hartono berharap TPOF semakin lancar, meningkat kegiatan yang digelar setiap bulannya. Menurutnya, TPOF duli hanya berawal dari obrolan.
"Alhamdulillah bisa meningkat anggotanya. Beberapa kali mengadakan kegiatan sosial, baik di Beji dan wilayah lainnya. Tidak hanya kesehatan, tetapi juga kegiatan sosial diadakan oleh TPOF. Semoga TPOF semakin maju, tidak kendor," katanya.
Ketua II Takmir Masjid Jogokariyan Ustadz Syubban Rizali Noor mengatakan pihaknya terus berinovasi dalam merangkul jemaah, melalui berbagai pendekatan unik yang disesuaikan dengan latar belakang masing-masing individu. Strategi ini mengedepankan sisi kultural agar masyarakat merasa lebih dekat dan nyaman untuk beribadah di masjid.
Tujuan utama pembentukan berbagai komunitas ini adalah sebagai wadah pendekatan agar jemaah mau meramaikan masjid.
"Pendekatannya kultural, disesuaikan dengan latar belakang masing-masing orang," ujarnya.
Salah satu contoh sukses dari strategi ini adalah terbentuknya komunitas Djamboel atau Jemaah Ngontel Jogokariyan yang hadir dengan misi yang berbeda. Banyak anggota yang sebelumnya jarang mengikuti pengajian atau salat berjemaah di masjid, kini mengalami perubahan positif.
"Alhamdulillah, sekarang mereka jadi rajin mengaji bahkan rutin salat berjemaah di masjid," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....