Sowan ke Keraton, Sri Sultan Minta Veda dan Mario Buang Rasa 'Angel' saat Balapan

  • 20 Jul 2026 15:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Momentum hangat terbangun antara Veda Ega Pratama bersama Mario Suryo Aji dua pembalap muda kebanggaan masyarakat Indonesia sowan ke Keraton Kilen Yogyakarta, Minggu, 20 Juli 2026. Bersama rombongan pembalap asliGunungkidul dan Magetan ini disambut hangat langsung oleh Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam, menjadi rangkaian Homecoming Tour Local Heroes Indonesia sebelum kedua pembalap ini terbang ke Mandalika, Nusa Tenggara Barat untuk berlatih di sirkuit kebanggaan Indonesia selama dua hari, mulai hari ini, Senin, 20 Juli 2026.

Dalam momen tersebut Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi wejangan kepada kedua pembalap yang telah mengharumkan nama tidak hanya daerah, tetapi Indonesia di kancah internasional. Menurutnya, sebagai seorang atlet profesional harus memegang teguh prinsip dan motivasi untuk lebih maju.

"Saya hanya berharap sama mereka berdua. Ini kan generasi muda kita, ya kan? Ya saya hanya memberikan doa restu saja, dan juga pesan," katanya.

Ngarsa Dalem mengungkapkan, hal terpenting adalah memegang teguh jalan yang telah dipilih seperti Veda dan Mario menjadi seorang pembalap. Dalam pesannya, pembalap harus terus memiliki semangat untuk bangkit dan memiliki kepercayaan diri, bahwa "balapan kali ini pasti akan menang".

"Harus punya kesadaran bahwa enggak perlu punya kekhawatiran 'Susah', 'Angel', kan gitu. Tapi punya motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan, sehingga dirinya sendiri itu memang punya kemauan. Tapi kalau dirinya sendiri sudah berkecil hati, ya susah," ujarnya.

Bagi Veda dan Mario, Sultan kembali mengingatkan, agar terus membesarkan hati dan memiliki tujuan untuk memenangkan setiap laga di tingkat internasional. Diungkapkannya, pasti setiap pembalap memiliki ketakutan dan kekhawatiran, namun hal ini harus bisa dilawan bagi pembalap Indonesia.

"Mereka berapa kali pun juara, pada waktu bertanding juga punya kekhawatiran yang sama kok. Kenapa kita harus berkecil hati? sama aja risikonya. Jadi kita harus fight, gitu," katanya, menambahkan.

Hal terpenting yang harus dipahami seluruh atlet maupun generasi muda, bahwa ditegaskan Sultan, motivasi hadir dari diri sendiri dan orang lain hanya sebagai suport pendukung. Sehingga setiap perjalanan akan tetap tenang dalam menghadapi permasalahan termasuk tantangan dalam setiap pertandingan.

Dalam momen tersebut Sultan juga berkelakar bahwa baik Veda maupun Mario masih menjadi bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari Mataraman.

Sementara itu, Veda Ega Pratama mengaku senang bisa diberi kesempatan untuk ketemu secara langsung dengan Ngarsa Dalem. Hal ini diharapkan menjadi semangat dalam laga besar berikutnya di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

"Ya, senang dan bangga lah bisa dikasih kesempatan malam ini ketemu dengan Ngarsa Dalem. Dan terima kasih untuk dukungannya selama ini," katanya, mengungkapkan.

Plt. Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar menyampaikan, kunjungan ke Keraton Kilen dilakukan untuk mengantarkan Veda dan Mario memohon doa restu kepada Sri Sultan sebelum menghadapi lanjutan musim balap dunia dan Pertamina Mandalika International Circuit pada 9–11 Oktober mendatang dan bersama-sama memberikan dukungan terbaik kepada para pembalap Indonesia yang akan membawa Merah Putih di panggung balap dunia. Menurutnya, capaian kedua pebalap yang kini berkompetisi di Moto3 dan Moto2 merupakan kebanggaan bagi Indonesia.

"Kami sowan kepada Ngarso Dalem untuk memohon doa restu dan berkah. Veda dan Mario merupakan kebanggaan Indonesia karena mampu bersaing di Moto3 dan Moto2. Kami berharap kehadiran mereka dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak pebalap muda yang mampu membawa nama Indonesia ke tingkat dunia," ujarnya.

Sebelum bersilaturahmi dengan Sri Sultan, Veda dan Mario terlebih dahulu menyapa ratusan penggemar dalam kegiatan Homecoming Tour Local Heroes Indonesia di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta. Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan besarnya dukungan publik terhadap kiprah kedua pebalap tersebut di ajang balap dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan didampingi GKR Mangkubumi dan KPH Yudanegara. Hadir pula Komisaris Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, serta Direktur Utama MGPA Ananda Mikola.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....