Temui Sri Sultan, Dubes Qatar Tertarik Kerja Sama Kebudayaan dengan DIY

  • 04 Agt 2026 16:19 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY membuka peluang kerja sama di bidang kebudayaan dengan Pemerintah Qatar. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, Senin, 3 Agustus 2026, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi sekaligus menjajaki peluang kolaborasi di sektor kebudayaan antara Qatar dan DIY. Selain membahas kerja sama budaya, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi Sultan bin Mubarak untuk memperkenalkan diri setelah resmi menjalankan tugas sebagai Duta Besar Qatar untuk Indonesia.

“Kedatangan saya kali ini juga karena saya merupakan duta besar yang baru untuk bertugas di Indonesia. Dan kami sebelumnya telah memiliki hubungan yang sangat erat dengan DIY. Oleh karena itulah kami berdiskusi bentuk kerja sama apa yang ingin direalisasikan antara Qatar dengan DIY, khususnya dalam bidang kebudayaan,” ucapnya.

Sultan bin Mubarak turut menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Sri Sultan beserta jajaran Pemda DIY. Menurutnya, pembahasan dalam pertemuan tersebut juga menyentuh peluang penguatan hubungan antara Indonesia dan Qatar melalui berbagai program bersama pada masa mendatang.

“Nantinya akan ada banyak sekali program dan event kerja sama antara kedua negara ini. Untuk bentuknya akan seperti apa, biar nanti jadi kejutan saja untuk semuanya,” katanya.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan pertemuan tersebut masih bersifat penjajakan sehingga belum membahas bentuk kerja sama secara rinci. Namun, DIY dipastikan akan dilibatkan dalam rangkaian peringatan 50 tahun hubungan bilateral Indonesia–Qatar yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.

“Tadi beliau (Sultan bin Mubarak, red) sempat menyampaikan nanti di akhir tahun, ada delegasi berkesenian dari Qatar yang akan hadir di Jogja. Akan seperti apa nantinya dan bagaimana, kami juga belum tahu, tapi untuk waktunya diperkirakan antara tanggal 11-12 Desember 2026, untuk memperingati 50 tahun hubungan bilateral Indonesia-Qatar,” ujar Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, komunikasi yang dibangun sejak dini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas kembali rencana pengembangan museum di DIY yang sebelumnya sempat dirancang bersama Qatar, namun belum dapat direalisasikan karena situasi perang di Gaza.

“Tadi hal ini (pengembangan museum di DIY) juga kami bicarakan. Rencananya, nanti pada acara di akhir tahun itu, juga akan hadir pimpinan museumnya. Jadi mungkin baru akan dibahas lebih lanjut,” kata Sri Sultan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....