Yogyakarta Tuan Rumah Kongres & Pertemuan Ilmiah Nasional PPHI-PGI-PEGI 2026

  • 25 Jul 2026 22:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kongres Nasional (KONAS) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) gabungan tiga organisasi profesi kedokteran, yakni Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) tengah berlangsung di Yogyakarta. Kegiatan yang digelar pada 23-26 Juli 2026 di The Alana Hotel & Convention Center ini mengangkat tema “Challenges and Innovations in Gastroenterohepatology: From Research to Clinical Practice”.

Forum ilmiah ini menjadi ajang kolaborasi para pemangku kepentingan kesehatan dalam merespons tantangan penyakit pencernaan dan di Indonesia. Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyambut positif dengan digelarnya acara ini.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah dan berharap kongres ini dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya deteksi dini penyakit hati dan pencernaan. Hal ini sejalan dengan visi Pemprov DIY untuk mewujudkan transformasi di bidang kesehatan.

“Kami menyambut baik kehadiran para ahli dan tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia di Bumi Mataram. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong peningkatan status kesehatan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, terutama dalam deteksi dini penyakit hati dan pencernaan,” ujar Sri Sultan, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ketua Umum PB PGI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia di bidang gastroenterologi dan hepatologi. Menurutnya, peningkatan kasus Metabolic Dysfunction-Associated Fatty Liver Disease (MAFLD), tingginya angka kanker kolorektal, hingga target eliminasi hepatitis menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Melalui berbagai simposium dan forum ilmiah, kongres ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga medis di Indonesia.

“Kongres ini adalah wadah untuk meng-update kompetensi para dokter melalui symposium, forum ilmiah organisasi, dan inagurasi konsultan gastroenterohepatologi baru. Harapannya, Indonesia memiliki lebih banyak tenaga ahli yang kompeten di bidang ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Prof. Ari.

Sementara itu, Ketua Umum PB PPHI, Dr. dr. Andri Sanityoso, menyoroti masih tingginya beban penyakit hati kronis di Indonesia. Ia menegaskan komitmen PPHI dalam mendorong kebijakan berbasis bukti, termasuk optimalisasi skrining hepatitis B pada ibu hamil dan pemanfaatan teknologi diagnostik terbaru seperti biomarker PIVKA-II untuk deteksi dini kanker hati.

“Acara ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat eliminasi hepatitis pada 2030,” ucapnya. Dari sisi teknologi, Ketua Umum PB PEGI, Dr. dr. Achmad Fauzi, menjelaskan bahwa perkembangan endoskopi dan prosedur minimal invasif membuka peluang lebih besar dalam penanganan kanker saluran cerna dan hati.

“Kemanjuan teknologi endoskopi dan ablasi membawa angin segar bagi penanganan kanker saluran cerna dan hati. Lewat workshop hands-on seperti Live Demonstration Microwave Ablation dan Simulation Based Mastery Learning on Polypectomy, kami membekali para peserta dengan keterampilan teknis terkini. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan angka deteksi dini (Adenoma Detection Rate) dan menurunkan angka kematian akibat kanker kolorektal yang masih tinggi di Indonesia,” ujar Achmad.

Ketua Panitia KONAS & PIN PPHI-PGI-PEGI 2026, Dr. Putut Bayupurnama, mengatakan konferensi ini dirancang sebagai forum yang membahas perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus isu kebijakan kesehatan nasional. Lebih dari 20 sesi ilmiah diselenggarakan, mulai dari workshop berbasis simulasi hingga demonstrasi prosedur intervensi, guna memastikan peserta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan kepada pasien.

Forum ilmiah ini juga menghadirkan sejumlah pembicara internasional, di antaranya Prof. Shuichiro Shiina dari Jepang, Prof. Kenichi Ikejima, dan Prof. Raja Affendi Raja Ali dari Malaysia. Kehadiran para pakar tersebut diharapkan memperluas wawasan peserta serta membuka peluang kolaborasi riset di tingkat global.

Penyelenggaraan KONAS & PIN PPHI-PGI-PEGI 2026 menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, klinisi, dan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan nasional. Selain menjadi wadah pertukaran ilmu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjembatani hasil penelitian dengan praktik klinis, khususnya dalam penanganan penyakit gastroenterohepatologi yang semakin kompleks.

Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian adalah peringatan Hari Hepatitis Sedunia pada 26 Juli 2026 dengan tema global “Hepatitis: Let's Break It Down” dan tema nasional “Perluas Akses, Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Eliminasi Hepatitis”. Kegiatan tersebut akan diisi dengan skrining kesehatan gratis dan edukasi kepada masyarakat.

KONAS & PIN PPHI-PGI-PEGI 2026 ini diselenggarakan oleh Pengurus Gabungan PPHI-PGI-PEGI Cabang Yogyakarta bekerja sama dengan Departemen/KSM Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada serta RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....