Mengapa Alis Sering Kedutan? Ini Beberapa Penyebabnya
- 20 Sep 2026 22:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebagian orang pernah merasakan alis berkedut, alis kedutan sering diartikan akan mendapatkan rejeki. Dilansir dari Medical News Today, alis kedutan ternyata ada yang bersifat harian dan bisa juga akibat dari penyakit tertentu. Dikutip dari laman klikdokter.com, penyebab harian dari alis kedutan, antara lain:
- Terlalu banyak minum kafein.
Minum terlalu banyak kafein dapat menyebabkan otot berkedut, termasuk di sekitar mata.
- Kurang magnesium
Salah satu gejala defisiensi magnesium adalah kejang otot. Sebab, magnesium berperan penting dalam memperlancar fungsi saraf dan otot. Beberapa gejala lain yang menyertai kondisi ini adalah kelelahan, tremor, dan kehilangan nafsu makan.
Bila Anda ingin mengatasi masalah kedutan akibat kekurangan magnesium, cobalah minum susu kedelai, bayam, atau alpukat.
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Stimulan seperti obat untuk mengobati ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan antipsikotik dapat menyebabkan tremor, sedangkan obat antiepilepsi juga dapat memicu kedutan. Obat-obatan yang bersifat diuretik pun bisa memberikan efek samping yang sama.
- Kelelahan Mata
Terlalu lama melihat layar seperti saat menonton televisi atau bermain ponsel dapat menyebabkan kelelahan mata hingga membuat kelopak serta alis mata berkedut. Untuk menghindarinya, Anda dapat menggunakan kacamata anti radiasi gawai.
- Alergi
Saat mengalami kekambuhan alergi, alis pun dapat berkedut. Kondisi tersebut akan semakin parah bila Anda terus-menerus menggosok mata akibat gatal. Bila terjadi demikian, lebih baik langsung konsumsi obat antihistamin.
- Kurang tidur dan stres
Bila kelelahan dan kurang tidur, kelopak dan alis mata akan lebih sering berkedut. Stres berat pun bisa menyebabkan hal yang sama. area mata yang kedutan bisa disebabkan oleh kecapekan dan juga pikiran.
Bagaimanapun stres dapat memengaruhi tubuh dalam banyak hal, termasuk kejang. Jadi, memperhatikan tingkat stres dan berusaha mengurangi stres dapat membawa banyak dampak positif bagi kesehatan.
- Keseringan merokok, mengonsumsi narkoba dan minuman beralkohol.
Mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, dan menggunakan obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan mata seseorang dan area di sekitarnya berkedut. Menghindari berbagai gaya hidup tidak sehat tersebut dapat membantu mengurangi kejang pada area mata.
Alis berkedut juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi penyakit tertentu, antara lain:
- Kejang Hemifacial
Kondisi ini disebabkan oleh saraf wajah yang teriritasi. Kejang hemifacial termasuk kondisi yang jarang terjadi, yakni memengaruhi 11 dari 100.000 orang.
- Bell’s Palsy
Kondisi ini menyebabkan kelemahan pada otot-otot wajah atau kelumpuhan wajah secara parsial. Penderita dapat mengalami kejang pada wajah saat saraf-saraf wajahnya membengkak.
- Benign Essential Blepharospsm (BEB)
BEB adalah suatu kondisi di mana kelopak mata menutup dengan paksa atau kejang tanpa disengaja. Kondisi ini dua kali lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria.
- Dystonia
Merupakan kejang otot yang menyebabkan gerakan berkedut yang lambat, berulang, dan sulit dikendalikan.
- Sindrom Tourette
Penyebab sindrom ini belum diketahui. Saat seseorang memiliki sindrom Tourette, mereka akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak disengaja, seperti area mata yang berkedut sekaligus mengeluarkan suara-suara (tics).
- Multiple Sclerosis (MS)
MS memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf pusat sekaligus otot-otot yang berkedut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....