Ini Cara Benar dan Aman Atasi Diare di Rumah Menurut Medis

  • 28 Mei 2026 14:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Perut mulas, mencret, dan bolak-balik ke toilet dalam hitungan jam memang sangat menyiksa. Diare tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga membuat tubuh terasa sangat lemas. Sayangnya, banyak orang yang panik dan langsung meminum obat warung sembarangan agar diare cepat berhenti. Padahal, penanganan yang salah justru bisa memperparah kondisi pencernaan.

Apa sebenarnya diare Itu?

Melalui kanal YouTube-nya, dr. Saddam Ismail menjelaskan bahwa diare secara medis didefinisikan sebagai kondisi ketika seseorang buang air besar dengan tekstur feses yang cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari. Jika frekuensinya masih di bawah itu, maka kondisi tersebut belum dikategorikan sebagai diare.

Kondisi ini adalah cara alami dari tubuh untuk membuang racun atau kuman dari dalam usus.

5 cara tepat mengatasi diare

Untuk mengatasi diare secara mandiri di rumah dengan aman, berikut adalah lima langkah penanganan yang disarankan:

  1. Cukupi cairan pengganti dan minum oralit

    Langkah paling utama saat mengalami diare adalah segera mengganti cairan tubuh yang hilang. Anda bisa memanfaatkan cairan yang ada di rumah seperti kuah sayur bening, kaldu ayam, air kelapa murni, atau air putih biasa.

    Selain itu, larutan gula garam dapat dibuat sendiri dengan mencampurkan setengah sendok teh garam dan dua sendok teh gula e dalam satu gelas air matang. Namun jika ingin lebih praktis dengan takaran elektrolit yang pas, disarankan untuk membeli oralit sachet di apotek terdekat.

  2. Terapkan pola makan hambar

    Saat diare, usus sedang dalam kondisi meradang dan membutuhkan makanan yang mudah dicerna. Terapkan pola makan hambar selama pemulihan.

    Makanan yang disarankan:

    • Nasi putih hangat atau bubur

    • Kentang rebus

    • Pisang

    Makanan yang harus dihindari sementara:

    • Makanan pedas

    • Makanan berlemak

    • Sayuran penghasil gas tinggi

    • Produk susu sapi

    Hindari semua pantangan ini sampai pencernaan benar-benar pulih sepenuhnya.

  3. Gunakan obat penyerap racun

    Obat golongan penyerap racun seperti attapulgit atau pektin bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter dan aman digunakan untuk meredakan gejala.

    Obat ini bekerja seperti spons yang sangat kuat di dalam usus yang bertugas menyerap racun dan bakteri penyebab infeksi agar tidak semakin merusak dinding lambung dan usus. Selain menyerap racun, obat ini juga efektif memadatkan tekstur feses yang cair tanpa menghentikan gerakan alami usus.

  4. Konsumsi suplemen probiotik dan zinc

    Untuk mempercepat penyembuhan, penting untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem usus yang terganggu. Suplemen probiotik yang dijual di apotek berisi bakteri baik dalam jumlah besar yang siap melawan kuman penyebab diare.

    Selain itu, suplemen zinc juga sangat dianjurkan karena terbukti mampu mempercepat proses penyembuhan sel dinding usus yang rusak sekaligus mencegah diare kambuh kembali.

  5. Hati – Hati menggunakan obat usus

    Obat tersebut bisa menghentikan gerakan usus agar diare mampet seketika. Namun, obat ini sebaiknya hanya digunakan dengan pengawasan dokter. Penggunaannya pun hanya boleh dilakukan jika benar-benar tidak punya pilihan lain, misalnya saat harus bepergian jauh dan akses toilet sangat terbatas.

Kapan harus segera ke dokter?

Perawatan mandiri di rumah biasanya cukup untuk mengatasi diare ringan. Namun segera ke IGD rumah sakit jika muncul tanda-tanda bahaya berikut:

• Diare tidak kunjung membaik setelah 2 hari

• Mulut sangat kering dan mata cekung

• Tidak buang air kecil lebih dari 6 jam

• Perut terasa sangat sakit

• Feses berwarna hitam atau bercampur darah

• Tubuh terasa sangat lemas dan tidak bertenaga

Kondisi-kondisi di atas adalah tanda darurat yang membutuhkan penanganan dokter secepatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....