Benarkah Kebiasaan Pakai Earphone Bisa Sebabkan Tuli Permanen ?
- 10 Jun 2026 17:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kebiasaan memakai earphone dalam waktu lama dengan volume tinggi sudah menjadi bagian dari keseharian banyak anak muda saat ini. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa kebiasaan tersebut menyimpan risiko kerusakan pendengaran yang bersifat permanen.
Melalui kanal YouTube-nya, dr Saddam Ismail menjelaskan bahwa ancaman tersebut perlu segera disadari sebelum terlambat. Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai NIHL atau Noise Induced Hearing Loss, yakni gangguan pendengaran yang disebabkan oleh paparan suara keras secara terus-menerus.
Di dalam telinga bagian dalam, terdapat ribuan sel rambut halus bernama stereosilia yang bertugas menangkap getaran suara dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak. Saat seseorang mendengarkan suara terlalu keras melalui earphone dalam waktu yang lama, sel-sel rambut halus tersebut dipaksa bekerja melampaui batas kemampuannya. Lama-kelamaan, sel-sel ini bisa rusak, patah, bahkan mati.
Sedihnya, sel rambut di telinga tidak dapat tumbuh kembali setelah rusak. Berbeda dengan rambut atau bulu yang dapat tumbuh lagi, kerusakan pada stereosilia bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan dengan cara apa pun.
Begitu sel-sel tersebut habis atau rusak, kemampuan pendengaran akan menurun secara permanen. Kemampuan menangkap frekuensi suara tertentu pun bisa hilang, dan inilah yang menjadi alasan mengapa banyak anak muda kini memiliki kemampuan pendengaran yang setara dengan orang berusia lanjut.
dr. Saddam menegaskan bahwa penurunan pendengaran akibat earphone adalah kerusakan permanen pada sel rambut telinga dalam, bukan sekadar kelelahan yang akan pulih setelah beristirahat. Oleh karena itu, pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu gejala muncul.
Untuk melindungi pendengaran, dr. Saddam menyarankan penerapan rumus 60/60, yakni volume earphone maksimal 60 persen dengan durasi pemakaian tidak lebih dari 60 menit per sesi. Bahkan, membatasi volume di angka 50 persen dinilai lebih aman untuk menjaga kesehatan pendengaran dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....