Menikmati Proses Adalah Kunci Melawan Rasa Insecure dan Mudah Tersinggung

  • 25 Mar 2026 11:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pernahkah Anda merasa sangat sensitif terhadap komentar rekan kerja atau merasa dunia seolah sedang menghakimi Anda? Dalam psikologi, fenomena mudah tersinggung ternyata berakar kuat pada tingkat insekuritas seseorang. Namun, ada sebuah kutipan populer yang berbunyi "You cannot beat someone who is having fun" mendapatkan validasi ilmiah sebagai solusi mental yang ampuh.

Riset menunjukkan bahwa insekuritas yang tinggi sering kali membuat seseorang tanpa sadar mengaktifkan mode pertahanan diri yang berlebihan. Kondisi ini muncul karena individu yang merasa kurang percaya diri (low self-esteem) cenderung memandang interaksi sosial bukan sebagai kesempatan untuk tumbuh, melainkan sebagai ancaman. Menurut Cognitive Appraisal Theory, orang yang insecure sering melakukan penilaian negatif terhadap isyarat sosial yang sebenarnya netral. Menariknya, ketakutan akan penilaian orang lain membuat kita terus mencari pengakuan dari luar agar merasa berharga. Sayangnya, ketika kita terlalu bergantung pada pendapat orang lain, satu kritik kecil bisa terasa seperti luka yang sangat dalam dan di sinilah motivasi kita perlu diubah agar kita tidak lagi mudah goyah oleh gangguan di sekitar.

Baca Juga: Terhindar dari Dunning-Kruger Effect

Salah satu contoh nyata dari perubahan pola pikir ini dapat kita lihat pada atlet seluncur indah Alysa Liu, bagaimana kegembiraan (joy) dapat mengalahkan tekanan mental. Setelah sempat mengalami burnout akibat ekspektasi luar biasa, Liu kembali ke arena olimpiade dengan cara yang berbeda. Ia menetapkan batasan (boundaries), mendengarkan musik yang ia sukai, dan fokus sepenuhnya pada kecintaannya terhadap seni seluncur, bukan sekadar medali.

Secara ilmiah, apa yang dilakukan Liu adalah beralih dari motivasi ekstrinsik (hanya mengejar pengakuan dari luar) ke motivasi intrinsik (melakukan sesuatu karena cinta). Keputusan Liu untuk mengutamakan kebahagiaan daripada ekspektasi orang lain terbukti menjadi senjata mental yang sangat kuat. Inilah yang membuktikan kebenaran kutipan di awal paragraf bahwa Anda tidak akan bisa mengalahkan orang yang sedang bersenang-senang, karena mereka tidak lagi bermain demi validasi.

Mengapa orang yang bersenang-senang sangat sulit dikalahkan? Jawabannya terletak pada kondisi saraf kita. Saat seseorang sangat menikmati apa yang dilakukannya, otak memasuki keadaan flow atau transient hypofrontality. Ini adalah kondisi penonaktifan sementara bagian prefrontal cortex yang bertanggung jawab atas kritik diri dan kesadaran diri yang berlebihan. Dalam kondisi ini, individu kehilangan rasa takut akan penilaian orang lain karena fokusnya sepenuhnya tenggelam dalam aktivitas tersebut. Inilah yang membuat mereka tahan banting terhadap psy-war atau upaya menjatuhkan mental dari luar.

Baca Juga: Rahasia Memenangkan Argumen Menurut Sains

Riset menyimpulkan bahwa kegembiraan membuat seseorang menjadi tidak terhentikan (unstoppable) karena motivasinya bersumber dari dalam diri, bukan dari validasi eksternal yang rapuh. Bagi siapa pun yang sering merasa mudah tersinggung karena insekuritas, strategi terbaik bukanlah dengan berusaha lebih keras untuk kuat, melainkan dengan menemukan kembali aspek menyenangkan dari apa yang dikerjakan. Ketika Anda bersenang-senang, pendapat negatif orang lain tidak akan bisa melukai Anda, karena kebahagiaan Anda tidak lagi bergantung pada persetujuan orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....