Mengapa Menguap Bisa Menular, Ini Penyebabnya

  • 15 Sep 2026 11:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Fenomena refleks menguap saat melihat orang lain di sekitar melakukan hal serupa merupakan kejadian umum. Meski kerap diidentikkan dengan rasa kantuk, terdapat sejumlah penjelasan medis dan neurologis di balik perilaku meniru tersebut.

Mengutip hasil riset Princeton University, menguap bertindak sebagai mekanisme pendinginan otak sekaligus respons alami saat tubuh kekurangan oksigen atau mengalami kelelahan. Peregangan rahang saat menguap meningkatkan aliran darah di area leher, wajah, dan kepala.

Dokter Andika Widyatama menjelaskan bahwa proses ini memicu pertukaran antara darah hangat dari dalam otak dengan darah yang lebih dingin dari pernapasan.

“Menguap lebih sering terjadi saat suhu udara dingin. Terkait penularannya, penelitian University of Nottingham menduga adanya dorongan refleks primitif di area korteks motorik primer otak yang mengatur pergerakan tubuh,” katanya di Yogyakarta, Selasa, 15 September 2026.

Selain refleks motorik, ilmuwan mengaitkan fenomena menular ini dengan echophenomena, yakni tindakan meniru otomatis tanpa disadari yang dipicu oleh mirror-neuron system atau sistem saraf cermin di dalam otak.

Saraf cermin bekerja mendorong seseorang menirukan gerakan orang yang sedang diperhatikan. Tingkat kerentanan setiap individu terhadap penularan menguap juga bervariasi, dipengaruhi oleh faktor usia, kadar empati, dan intensitas perhatian terhadap lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....