FTI UII dan Telkom Ulas Masa Depan Riset Teknologi: Tidak Sekadar Dokumen Publikasi

  • 22 Sep 2026 10:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Hasil penelitian di perguruan tinggi kerap berhenti sebagai dokumen publikasi akademik tanpa menyentuh kebutuhan riil di lapangan. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menggelar kuliah umum bertajuk "From Research to Industrial Impact: Bridging Academia and Industry" di Gedung KH Mas Mansyur, Kampus FTI UII, Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan ini secara khusus menyasar para mahasiswa baru program pascasarjana dan profesi, yang meliputi program Doktor Rekayasa Industri, Doktor Informatika, Magister Teknik Industri, Magister Informatika, Magister Rekayasa Elektro, Magister Teknik Kimia, hingga Program Profesi Insinyur.

Dekan FTI UII, Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T., saat membuka acara menekankan pentingnya penerjemahan riset akademik menjadi solusi konkret yang berdampak langsung bagi kemajuan industri dan masyarakat luas.

Hadir sebagai pemateri utama, Senior General Manager Telkom Corporate University, Dr. Muhammad Subhan Iswahyudi yang mempresentasikan "From Research to Industrial Impact: Bridging Academia and Industry". Ia menjelaskan pendekatan terpadu Telkom terhadap pembelajaran, inovasi, dan penelitian melalui kerangka Lima D (Define, Design, Develop, Deploy, and Delivery).

Dalam proses inovasi, yang harus melewati tahapan 5 D ini, setiap perpindahan tahap dipantau melalui monitoring dan evaluasi serta sidang komite, sementara pembelajaran dicatat dalam IdeaBox. "Riset akademik perlu dimulai dari persoalan nyata yang dihadapi industri dan masyarakat agar hasilnya tidak berhenti sebagai publikasi," katanya.

Dr. Subhan menjelaskan pengalaman Telkom dalam membangun jembatan antara riset, pengembangan talenta, dan kebutuhan bisnis. Menurutnya, kesenjangan antara riset akademik dan kebutuhan industri masih menjadi persoalan, jarak tersebut antara lain terlihat dari relevansi topik penelitian, kecepatan adopsi inovasi, dan kesiapan sumber daya manusia.

"Mahasiswa pascasarjana dan profesi perlu memiliki kemampuan menerjemahkan hasil penelitian menjadi solusi yang memberikan dampak," ucapnya.

Dr. Subhan menyampaikan, di Telkom, riset dan inovasi mulai dikelola secara lebih sistematis, kebijakan resmi riset dan inovasi ditetapkan pada 2022 sebagai bagian dari fungsi Learning and Development. Pengelolaan kemudian dipusatkan melalui Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI) di bawah Telkom Corporate University.

"Telkom membagi riset dan inovasi berdasarkan Three-Horizons of Research and Innovation Framework. Horizon pertama berfokus pada pasar yang telah dikenal dan siap menerapkan solusi. Horizon kedua berkaitan dengan adopsi teknologi pada pasar yang sebagian telah diketahui. Adapun horizon ketiga berisi riset eksploratif pada pasar yang belum diketahui dan menjadi ruang kolaborasi akademia yang lebih besar," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebu Subhan juga membuka peluang kolaborasi Telkom Corporate University dengan FTI UII melalui riset bersama lintas bidang, forum publikasi dan presentasi riset, serta jalur magang dan penempatan talenta mahasiswa pascasarjana dan profesi. Sesi diakhiri dengan tanya jawab di mana siswa bertanya tentang peluang kolaborasi industri, terutama mengenai inovasi tekstil dan pengembangan penelitian serat rami.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi FTI UII, Dr. Ir. Muhammad Khafidh, S.T., M.T., IPP., menyampaikan, Kuliah Umum yang berlangsung mulai 08.00–12.00 WIB ini ditujukan bagi mahasiswa baru program Doktor, Magister, dan Profesi Insinyur di lingkungan FTI UII. Program yang terlibat meliputi Doktor Rekayasa Industri, Doktor Informatika, Magister Teknik Industri, Magister Informatika, Magister Rekayasa Elektro, Magister Teknik Kimia, dan Profesi Insinyur.

Dr. Khafidh mengungkapkan, kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan agar lulusan pascasarjana dan program profesi tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan riset, tetapi juga mampu menerjemahkan hasil penelitian menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, TOR kegiatan mencatat masih terdapat kesenjangan antara dunia akademik dan industri, antara lain dalam relevansi topik riset, kecepatan adopsi inovasi, serta kesiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan industri yang berkembang.

"Melalui kuliah umum tersebut, FTI UII ingin mempertemukan perspektif akademik dan praktisi industri. Mahasiswa baru diharapkan memperoleh gambaran mengenai keterkaitan antara riset dengan kebutuhan industri sekaligus memahami bagaimana riset dapat dikembangkan agar lebih aplikatif dan memberikan dampak," katanya, menjelaskan.

Dr. Khadif menambahkan, kegiatan juga diarahkan untuk membantu mahasiswa merancang arah riset dan karier yang relevan dengan kebutuhan industri. FTI UII juga menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kolaboratif dengan dunia industri, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan riset terapan.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Muhammad Subhan Iswahyudi menyampaikan materi utama pada pukul 09.45–10.30 WIB, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif selama 15 menit. Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mendiskusikan hubungan antara riset akademik dan penerapannya di dunia industri.

Kuliah umum juga akan dilanjutkan dengan materi “From Research Assistant to Research Agent: The Emerging Role of Agentic AI in Academia” yang disampaikan Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Program Studi Informatika FTI UII. Sesi ini berlangsung pukul 10.45–11.30 WIB dan dilanjutkan diskusi hingga pukul 11.45 WIB.

FTI UII menyelenggarakan kegiatan ini bekerja sama dengan pengelola Program Studi Doktor, Magister, dan Profesi Insinyur di lingkungan fakultas. Kegiatan diharapkan memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mengenai hubungan antara riset akademik, kebutuhan industri, dan dampak nyata yang dapat dihasilkan dari penelitian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....