Raih Gelar Doktor di UII, Kholid Rumuskan 12 Prinsip Desain Bisnis

  • 31 Jul 2026 11:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Proses penerimaan mahasiswa baru (admisi) di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kerap dihadapkan pada dinamika tinggi yang sarat tekanan waktu. Selama ini, keputusan-keputusan vital seperti penetapan nilai ambang batas kelulusan, penentuan kuota, hingga timing penutupan pendaftaran masih banyak yang mengandalkan intuisi atau asumsi semata akibat keterbatasan akses data aktual.

Menjawab tantangan tersebut, Dr Kholid Haryono, ST, MKom, yang juga Dosen Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), berhasil merumuskan solusi berbasis teknologi melalui riset doktoralnya. Kholid resmi meraih gelar doktor dan dinyatakan lulus sebagai Lulusan ke-5 Program Studi Rekayasa Industri Program Doktor FTI UII pada Selasa, 28 Juli 2026.

Risetnya yang berfokus pada pengembangan sistem Business Intelligence (BI) atau Inteligen Bisnis di domain admisi melahirkan 12 Prinsip Desain (Design Principles) yang preskriptif dan dapat diadopsi oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua Jurusan Informatika FTI UII, Dr Ir Raden Teduh Dirgahayu, ST, MSc, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Ia menegaskan bahwa riset Kholid tidak hanya berhenti di tataran teori purwarupa di laboratorium, melainkan diuji dan diterapkan langsung dalam ekosistem nyata perguruan tinggi.

Dalam penelitiannya, Kholid menggunakan pendekatan Action Design Research (ADR) dengan memadukan Bounded Rationality Theory dan Stakeholder Salience Theory. Riset ini berhasil mengidentifikasi dan memetakan 20 jenis keputusan admisi yang terbagi ke dalam tujuh kelompok, serta membedah empat model pengambilan keputusan dominan di lapangan, heuristik, kolaboratif, analitis, dan intuitif.

Sedangkan Artefak IB dikembangkan dan diujicobakan secara nyata melalui empat iterasi (Alpha, Beta, Gamma, Delta), dievaluasi dengan pengujian fungsional, Importance-Performance Analysis, System Usability Scale, dan wawancara evaluatif bersama pimpinan universitas, kepala bidang admisi, dan ketua program studi. Pada iterasi akhir, seluruh tiga puluh satu fitur artefak dinilai berada pada kondisi penerimaan pengguna paling ideal, dengan skor kebergunaan sistem (usability) sebesar 84,4 dari skala 100 atau tergolong “sangat baik”.

"Tantangan utama pengambilan keputusan admisi teridentifikasi secara empiris, yaitu keterbatasan akses informasi yang tersebar lintas sistem, keterbatasan kapasitas kognitif pengguna dalam memahami banyak indikator sekaligus, serta tekanan waktu yang melekat pada sifat siklikal proses penerimaan mahasiswa baru," katanya, Jumat, 31 Juli 2026.

Dari proses pengembangan dan refleksi, penelitian ini menghasilkan dua belas prinsip desain dalam pengembangan IB (Design Principles/DP-1 hingga DP-12) yang mencakup aspek kepercayaan data, arsitektur informasi berbasis keputusan, tata kelola kebijakan yang dapat ditelusuri, visualisasi yang bermakna bagi pengguna, hingga mekanisme evaluasi dan pembelajaran berkelanjutan. Prinsip-prinsip ini memberikan kontribusi teoretis berupa pengetahuan desain yang bersifat preskriptif, kontribusi metodologis berupa penerapan ADR secara menyeluruh pada konteks admisi perguruan tinggi, serta kontribusi praktis berupa panduan konkret bagi perguruan tinggi lain untuk membangun sistem IB yang mendukung keputusan admisi secara lebih cepat, akurat, dan akuntabel.

Kebaruan (Novelty) penelitian

Kebaruan penelitian ini terletak pada titik temu tiga ranah kontribusi sekaligus, yang belum pernah digabungkan dalam satu penelitian pada domain admisi perguruan tinggi. Kebaruan teoretis dijelaskan Dr. Kholid, penelitian ini merumuskan dua belas prinsip desain Inteligen Bisnis yang secara khusus dibangun untuk domain admisi perguruan tinggi.

"Bukan sekadar artefak sistem, melainkan pengetahuan desain preskriptif yang menjelaskan bagaimana, mengapa, dan dalam kondisi apa IB admisi seharusnya dirancang, sehingga dapat digunakan kembali oleh institusi lain dengan kelas masalah serupa," ucapnya.

Sedangkan pada kebaruan metodologis, penelitian ini menjadi salah satu penerapan pertama Penelitian Desain Tindakan (Action Design Research) secara menyeluruh, empat tahap dan tujuh prinsip ADR, untuk mengembangkan Inteligen Bisnis pada domain admisi institusi pendidikan tinggi. Termasuk menggabungkan kekuatan Design Science Research (rigor dalam membangun artefak) dengan Action Research (relevansi terhadap konteks organisasi nyata).

"Dua pendekatan yang sebelumnya jarang dipadukan secara utuh pada domain ini," ujarnya.

Pada sisi kebaruan empiris dan praktis, Dr. Kholid menyebutkan, penelitian ini menghasilkan pemetaan sistematis dua puluh jenis keputusan admisi beserta empat model pengambilan keputusan dominan berdasarkan tingkat keterbatasan informasi dan kognitif pengambil keputusan. Sekaligus artefak IB nyata yang telah diimplementasikan, diintervensikan, dan diuji langsung pada organisasi selama empat iterasi pengembangan, bukan sekadar purwarupa (prototype) yang berhenti di laboratorium.

"Dua puluh jenis keputusan admisi berhasil dipetakan dan dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok keputusan dengan empat model pengambilan keputusan dominan, yaitu heuristik, kolaboratif, analitis, dan intuitif, tergantung pada tingkat keterbatasan informasi dan kognitif yang dihadapi setiap pengambil keputusan," katanya, menjelaskan.

Kholid mengungkapkan, penelitian ini menegaskan bahwa investasi pada Inteligen Bisnis admisi bukan sekadar investasi teknologi, melainkan investasi pada kualitas proses pengambilan keputusan institusi. Sekaligus mendorong pergeseran dari keputusan yang mengandalkan intuisi menuju keputusan yang didukung data yang tepercaya, relevan, dan mudah ditafsirkan.

Ke depan, Kholid merekomendasikan penelitian lanjutan untuk memvalidasi prinsip-prinsip ini secara lintas institusi, serta mengembangkan integrasi kecerdasan prediktif (predictive IB) untuk membaca tren calon mahasiswa di masa depan. Melalui riset yang dipertahankannya ini, Dr. Kholid Haryono, S.T., M.Kom., berhasil menjadi lulusan kelima Program Studi Rekayasa Industri, Program Doktor FTI UII, pada Selasa, 28 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....