UIN Sunan Kalijaga Mulai Seleksi Perdana Prodi Kedokteran

  • 04 Jul 2026 01:16 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mulai menggelar seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Studi Kedokteran melalui Jalur Mandiri Gelombang I. Seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) ini menjadi proses penerimaan perdana sejak Program Studi Kedokteran resmi dibuka tahun ini.

Sebanyak 285 calon mahasiswa mendaftar pada gelombang pertama. Dari jumlah tersebut, 269 peserta dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berhak mengikuti ujian yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Laboratorium Komputer Fakultas Kedokteran serta Gedung Rektorat Lama UIN Sunan Kalijaga.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Norhaidi Hasan, mengatakan proses seleksi dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan untuk menjaring calon mahasiswa yang memenuhi kualifikasi sebagai peserta pendidikan dokter.

"Hari ini kita memasuki proses seleksi calon mahasiswa Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga melalui seleksi yang terstandar. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan agar memperoleh calon mahasiswa yang benar-benar memenuhi kualifikasi," ujarnya saat meninjau pelaksanaan ujian, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan, seleksi tidak hanya mengukur kemampuan akademik melalui CBT. Peserta yang dinyatakan lolos juga akan mengikuti tahapan lanjutan berupa tes psikologi, pemeriksaan kesehatan, serta wawancara bersama orang tua atau wali.

Menurutnya, rangkaian seleksi tersebut dirancang untuk memastikan mahasiswa yang diterima memiliki kesiapan akademik maupun mental dalam menempuh pendidikan kedokteran hingga profesi dokter.

“Di balik seleksi yang ketat dan terstandarisasi ini, kami ingin memastikan mahasiswa yang bergabung benar-benar mampu menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Kedokteran hingga profesi dokter,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga, Handini, mengatakan jumlah pendaftar melampaui target awal yang diperkirakan sekitar 200 orang. Tingginya minat masyarakat tersebut, menurutnya, menjadi indikator besarnya kepercayaan terhadap program studi baru yang dibuka UIN Sunan Kalijaga.

Ia menjelaskan, panitia hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan seluruh sistem seleksi sejak izin operasional Program Studi Kedokteran diterbitkan pada Mei 2026. Persiapan meliputi penyusunan aplikasi CBT, perangkat ujian, regulasi, hingga sistem pengawasan guna menjaga integritas pelaksanaan seleksi.

"Ini merupakan pengalaman pertama kami menyelenggarakan seleksi masuk Program Studi Kedokteran. Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan kondusif dengan pengawasan ketat untuk mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan maupun praktik joki," katanya.

UIN Sunan Kalijaga menyebut Program Studi Kedokteran yang dikembangkan memiliki fokus pada pendekatan promotif dan preventif, khususnya di bidang kesehatan lansia dan penyakit muskuloskeletal melalui program berbasis masyarakat. Kurikulumnya juga mengintegrasikan ilmu kedokteran dengan nilai-nilai keislaman, profesionalisme, dan kemanusiaan.

Pada tahun akademik 2026, penerimaan mahasiswa baru Program Studi Kedokteran melalui Jalur Mandiri dibuka dalam tiga gelombang. Seleksi gelombang pertama berlangsung pada 1–2 Juli 2026, sementara gelombang kedua dan ketiga dijadwalkan pada Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....