Menag Resmikan Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga
- 09 Jun 2026 08:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi membuka Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, di halaman Gedung Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.
Pembukaan program studi tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, sekaligus memperluas kontribusi UIN Sunan Kalijaga dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, mengatakan kehadiran Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter bukan sekadar penambahan program akademik, melainkan bagian dari upaya mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, etika, dan kemanusiaan dalam pendidikan.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga kepekaan sosial, integritas moral, serta kemampuan memahami aspek spiritual dan budaya masyarakat.
"Pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga dibangun di atas paradigma integrasi-interkoneksi. Kami ingin melahirkan dokter yang menguasai ilmu kedokteran modern sekaligus memiliki empati, etika, dan komitmen pengabdian kepada kemanusiaan," kata Noorhaidi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung proses pendirian program studi tersebut, mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, rumah sakit pendidikan, organisasi profesi, pemerintah daerah, hingga para mitra.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai kehadiran Program Studi Kedokteran semakin melengkapi peran UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Menag menegaskan, tradisi keilmuan Islam sejak masa lalu telah menunjukkan bahwa ilmu agama dan ilmu pengetahuan dapat berkembang secara terpadu. Karena itu, perguruan tinggi Islam diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan berbagai disiplin ilmu, termasuk bidang kesehatan.
"Universitas adalah samudra yang mampu menampung universalitas ajaran Islam. Kehadiran Fakultas Kedokteran menjadikan UIN Sunan Kalijaga semakin lengkap sebagai universitas yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Menag juga menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. Ia menilai lulusan kedokteran dari perguruan tinggi Islam memiliki nilai tambah karena dibekali pemahaman keagamaan yang dapat mendukung hubungan yang lebih baik antara dokter dan pasien.
"Human relation sangat penting dalam pelayanan Kesehatan. Dokter yang memahami nilai-nilai agama dan mampu menghadirkan empati akan memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat," ucapnya.
Nasaruddin Umar optimis Indonesia, khususnya Yogyakarta, memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan sains, teknologi, dan peradaban Islam modern di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....