Kisah Novia, Lulusan Terbaik UIN Sunan Kalijaga Tembus Kajian Strategis Nasional

  • 31 Mei 2026 09:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah kesibukan mengurus keluarga, Novia Intan Maharani membuktikan bahwa perempuan tetap dapat berkiprah di ruang-ruang strategis. Lulusan Magister Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga ini berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cum laude, sekaligus mencatatkan diri sebagai lulusan terbaik tercepat dengan masa studi 1 tahun 11 bulan dan IPK 3,89.

Namun, capaian akademik tersebut hanyalah satu bagian dari perjalanan yang telah ia tempuh. Di balik perannya sebagai ibu rumah tangga, Novia aktif terlibat dalam berbagai kajian strategis yang berkaitan dengan industri pertahanan, keamanan nasional, dan perencanaan pembangunan Indonesia.

Perempuan kelahiran Bojonegoro itu memiliki rekam jejak profesional yang cukup panjang sebagai konsultan dan tenaga ahli. Sejak 2023, ia terlibat dalam sejumlah proyek nasional, mulai dari kajian Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) terkait bahan baku baja dan aluminium hingga kajian pengadaan kapal selam Scorpene untuk TNI Angkatan Laut.

Tak hanya itu, Novia juga menjadi bagian dari tim penyusun Rencana Teknokratik RPJMN 2025–2029 di Bappenas, dokumen yang menjadi fondasi arah pembangunan nasional selama lima tahun.

Keterlibatannya dalam berbagai proyek strategis terus berlanjut. Pada 2025, ia dipercaya bergabung dalam studi manajemen risiko industri amunisi. Sementara pada 2026, ia berkontribusi dalam kajian sistem jaringan komunikasi TNI serta penguatan tata kelola industri pertahanan dan ketahanan siber nasional.

Meski aktif dalam berbagai pekerjaan profesional, Novia tetap menjalankan peran sebagai ibu. Baginya, tantangan terbesar bukan sekadar menyelesaikan kuliah atau pekerjaan konsultasi, melainkan mengatur waktu agar seluruh tanggung jawab dapat berjalan beriringan.

Ia mengaku banyak memanfaatkan waktu malam hari untuk belajar, menyelesaikan tugas kuliah, hingga mengerjakan pekerjaan profesional ketika anak dan suaminya telah beristirahat. Disiplin mengelola waktu menjadi kunci utama yang membantunya menyelesaikan berbagai peran sekaligus.

"Tidak ada yang menghalangi untuk tetap berkontribusi bagi bangsa dan negara," ujanya.

Pengalaman menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga juga menjadi titik penting dalam pengembangan dirinya. Menurut Novia, lingkungan akademik kampus mendorongnya untuk berpikir lebih kritis, berani menyampaikan gagasan, dan mampu membangun argumentasi secara sistematis.

Bekal tersebut menjadi modal penting ketika harus terlibat dalam berbagai forum profesional yang menuntut ketelitian analisis dan kemampuan komunikasi yang baik.

Di luar aktivitas akademik dan pekerjaan, Novia tetap meluangkan waktu untuk hal-hal yang ia sukai, seperti memasak, bepergian, dan menulis. Baginya, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional merupakan bagian penting untuk menjaga produktivitas dan kesehatan mental.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan magisternya, Novia memandang kelulusan bukan sebagai garis akhir. Ia melihatnya sebagai langkah baru untuk memperluas kontribusi, baik melalui dunia profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang selama memiliki kemauan belajar, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....