Penerimaan 2026, UGM Siapkan 10.000 Kursi Mahasiswa Baru

  • 04 Feb 2026 11:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan kuota sekitar 10.000 calon mahasiswa baru untuk program sarjana dan sarjana terapan pada tahun akademik 2026.

“Kalau total, calon mahasiswa baru yang diterima untuk program sarjana dan terapan sekitar 10 ribu mahasiswa,” ujar Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM, Dr. Sigit Priyanta, Rabu, 4 Februari 2026, di Kampus UGM.

Sigit menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru UGM dilakukan melalui tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta Seleksi Mandiri. Mengacu pada komposisi tahun sebelumnya, kuota mahasiswa baru dialokasikan sebesar 30 persen melalui SNBP, 30 persen SNBT, dan 40 persen Seleksi Mandiri.

“Untuk pembagian persentase kuota ini masih dalam proses terkait permintaan data jumlah kuota di masing-masing jalur. Sementara UGM masih menggunakan kuota persentase tahun lalu,” katanya.

Selain jalur reguler, UGM juga membuka pendaftaran melalui International Undergraduate Program (IUP) dengan kuota sekitar 1.000 mahasiswa.

“Sekitar 1000 mahasiswa yang diterima lewat jalur IUP ini,” kata Sigit.

Pendaftaran IUP gelombang pertama telah dibuka sejak 20 Januari hingga 19 Februari 2026, dengan total 31 program studi yang ditawarkan. Menurut Sigit, IUP merupakan salah satu program unggulan UGM yang dirancang dengan standar internasional secara menyeluruh.

Program ini menghadirkan lingkungan akademik global melalui kerja sama dengan mitra internasional, baik dalam proses pembelajaran, kegiatan international exposure, maupun kolaborasi riset.

“Tentu saja ini memberikan lingkungan pembelajaran yang lebih global,” ujarnya.

Keunggulan lain program IUP, lanjut Sigit, terletak pada jumlah mahasiswa yang relatif terbatas sehingga interaksi dan diskusi di kelas dapat berlangsung lebih intens. Kondisi tersebut membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan hard skill dan soft skill.

Selain itu, setiap mahasiswa IUP diwajibkan mengikuti program international exposure sebagai bagian dari persiapan melanjutkan studi atau berkarier di tingkat global.

“Artinya tidak sekedar karena ee delivery-nya ee bahasa Inggris saja, tetapi memang secara akademik dipersiapkan menjadi lebih spesifik,” kata Sigit.

Sigit menambahkan, mekanisme seleksi IUP berbeda dengan jalur reguler. Seleksi dilakukan secara luring di Kampus UGM untuk gelombang pertama, kedua, dan ketiga, meskipun gelombang kedua juga dilaksanakan secara daring.

Calon pendaftar IUP diwajibkan memiliki akun pada laman admission.ugm.ac.id, yang digunakan untuk pendaftaran sekaligus mengakses informasi lengkap terkait persyaratan dan tahapan seleksi.

Setelah lolos seleksi administrasi, peserta akan mengikuti serangkaian tes, seperti tes kemampuan bahasa Inggris, tes potensi akademik, wawancara, serta tahapan lain seperti GMST, SJT, atau focus group discussion, tergantung kebijakan masing-masing fakultas.

Khusus Fakultas Teknik, proses seleksi IUP tahun ini sama dengan fakultas lain, namun calon mahasiswa wajib melampirkan bukti kemampuan bahasa Inggris. Dokumen tersebut akan diverifikasi berdasarkan skor dan lembaga penyelenggara tes.

“Bagi yang telah memenuhi syarat, maka dapat otomatis lolos dari seleksi kemampuan bahasa Inggris dan tidak perlu melakukan tes lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, pendaftaran program IUP UGM dibuka dalam tiga gelombang, dengan kuota terbanyak tersedia pada gelombang pertama.

“Saran kami bagi calon mahasiswa UGM yang memang merencanakan studinya untuk masuk ke jalur yang kelas IUP, maka prioritas mengambil gelombang pertama itu adalah prioritas yang lebih kami sarankan,” ucap Sigit.

Informasi detail terkait masing-masing program studi IUP dapat diakses melalui laman admission.ugm.ac.id.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....