Versi UI GreenMetric, Sunan Kalijaga Kampus Pendatang Baru Terbaik

  • 27 Jan 2026 22:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Noorhaidi Hasan, memaparkan perkembangan UIN Sunan Kalijaga sepanjang 2025 dalam Rapat Senat Universitas yang berlangsung, Selasa, 6 Januari 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung PAU UIN Sunan Kalijaga.

Sejumlah capaian reputasi institusional disampaikan dalam rapat tersebut. Sepanjang 2025, UIN Sunan Kalijaga mencatatkan prestasi dalam berbagai pemeringkatan nasional dan internasional, termasuk sebagai universitas pendatang baru terbaik dalam UI GreenMetric, peringkat ke-2 QS Asia University Ranking level PTKIN, peringkat teratas Webometrics dan SINTA di lingkungan PTKIN, serta mendapat predikat informatif dalam keterbukaan informasi publik.

Rapat Senat tersebut dihadiri oleh seluruh anggota senat universitas dan dipimpin oleh Ketua Senat, Prof Dr Kamsi dengan tiga agenda utama, yakni pidato Rektor awal tahun 2026 yang berisi progres report kinerja universitas tahun 2025, pertimbangan kenaikan jabatan akademik dosen dari Lektor Kepala ke Guru Besar, serta pertimbangan kenaikan jabatan akademik dari Lektor ke Lektor Kepala.

Noorhaidi Hasan menjelaskan, sepanjang tahun 2025, UIN Sunan Kalijaga berhasil memenuhi indikator kinerja utama (IKU) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi universitas dalam menjaga kinerja akademik, kelembagaan, dan layanan pendidikan tinggi,” katanya.

Salah satu capaian penting yang disorot adalah penguatan mutu akademik melalui akreditasi internasional. Rektor melaporkan pada 2025, UIN Sunan Kalijaga menambah empat program studi yang memperoleh akreditasi ASIIN, melengkapi 18 program studi yang sebelumnya telah terakreditasi internasional oleh FIBAA.

“Selain itu, sebanyak 24 program studi telah didaftarkan untuk mengikuti proses akreditasi ACQUIN,” ujar Noorhaidi.

Noorhaidi Hasan menegaskan, akreditasi internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam membangun daya saing global. Upaya tersebut berjalan seiring dengan pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di seluruh program studi sebagai langkah untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan berdaya saing.

“Dalam pengembangan akademik, UIN Sunan Kalijaga juga mencatat pembukaan sejumlah program studi baru sepanjang 2025. Dari sisi capaian lulusan, mayoritas alumni tahun 2025 telah terserap di dunia kerja, yang menunjukkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan industry,” ucap Rektor.

Dalam pidatonya, Prof Noorhaidi juga menyampaikan upaya internasionalisasi yang terus diperkuat melalui penerimaan mahasiswa asing serta perluasan jejaring kerja sama global. Pada 2025, UIN Sunan Kalijaga menerima puluhan mahasiswa internasional hasil seleksi dari berbagai negara.

Selain itu, universitas juga tengah mempersiapkan penguatan kolaborasi internasional, termasuk rencana kerja sama dengan Monash University. Program akademik inovatif seperti double degree, rekognisi pembelajaran lampau (RPL), dan fast track juga telah mulai diimplementasikan.

Dari sisi keuangan, Rektor menyampaikan bahwa pengelolaan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan universitas serta memastikan keberlanjutan program-program strategis pendidikan, penelitian, dan layanan akademik. Dengan tegas ia mengatakan bahwa seluruh pengelolaan keuangan dilaksanakan secara akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan bagi mahasiswa.

Terkait pengembangan Fakultas Kedokteran, Rektor menekankan, persiapan sarana dan prasarana terus dilakukan dan telah melalui proses peninjauan dari pihak berwenang. Pengembangan tersebut dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan kedokteran serta praktik baik dari sejumlah perguruan tinggi rujukan.

Sementara itu, dalam aspek tata kelola, menurut Noorhaidi, UIN Sunan Kalijaga terus memperkuat sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa.

“Penguatan sistem ini bertujuan memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan mendukung efektivitas penggunaan anggaran,” kata dia.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....