Sunan Kalijaga Jadi PTKIN Terbaik Berdasarkan Capaian SINTA
- 27 Jan 2026 21:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Memasuki awal 2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai episentrum produktivitas riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia melalui capaian Science and Technology Index (SINTA) tertinggi secara nasional.
Berdasarkan data yang dihimpun awal Januari ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga mencatat skor SINTA tiga tahun (3th) sebesar 450.114, dengan skor keseluruhan (overall) mencapai 805.337. Capaian ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga di peringkat pertama PTKIN nasional, mengungguli UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berada di posisi kedua dengan skor SINTA 3th 436.563 dan skor overall 699.787.
“Keunggulan ini menandai bukan hanya tingginya volume publikasi, tetapi juga konsistensi institusi dalam membangun ekosistem riset yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi dampak,” kata Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Noorhaidi Hasan, Jumat, 23 Januari pekan lalu.
Dalam konteks pemeringkatan nasional, skor SINTA menjadi indikator penting yang merefleksikan produktivitas dosen, kualitas jurnal, serta kontribusi keilmuan perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Noorhaidi Hasan menegaskan, capaian tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Ia menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) atas dukungan dan perhatian yang berkelanjutan, serta kepada Senat, para Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan dan Direktur Pascasarjana, serta pimpinan lembaga, khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Merespons capaian tersebut, Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr Abdul Qoyum, menilai kontribusi dosen dan peneliti sebagai faktor kunci pencapaian ini.
“Kita lanjutkan dengan target 2026, kita rumuskan strategi terbaik dan langkah taktis untuk mewujudkan kampus yang produktif dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan, bermanfaat dan berdampak," katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof Dr Phil, Sahiron, M.A. Menurutnya, peningkatan skor SINTA mencerminkan semakin menguatnya budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan PTKIN.
“Skor SINTA bukan sekadar angka administratif, melainkan indikator daya saing perguruan tinggi, baik pada level nasional maupun global,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pemeringkatan SINTA 2025 diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh PTKI untuk meningkatkan kualitas dan relevansi penelitian, sekaligus memperluas kontribusi akademik bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
“Capaian awal 2026 ini sekaligus menyempurnakan rekam jejak prestasi UIN Sunan Kalijaga dalam beberapa tahun terakhir,” ucapnya.
Sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga tercatat menempati peringkat pertama skor SINTA nasional PTKIN, peringkat pertama PTKIN versi EduRank, serta peringkat pertama PTKIN versi Webometrics. Pada tataran internasional, universitas ini juga berada di peringkat 5 Asia bidang Theology/Religious Studies, dan pada akhir November 2025 berhasil menembus QS Asian University Rankings dengan menempati peringkat ke-2 PTKIN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....