Jemaah Calon Haji dari Kulon Progo Meninggal di Tanah Suci

  • 08 Mei 2026 17:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Kabar duka datang dari tanah suci dimana seorang jemaah haji asal Kabupaten Kulon Progo, Ngadikin (59), dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Al-Noor, Makkah, Arab Saudi, pada Jumat, 8 Mei pukul 03.00 waktu setempat. Almarhum yang tergabung dalam kloter 1 YIA ini diduga wafat akibat serangan jantung yang dipicu oleh faktor kelelahan.

Kasi Pembinaan Layanan Haji dan Umrah Kantor Kemenhaj Kulon Progo, Kholistin Arifiyani, menjelaskan, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung. Sebelum wafat, almarhum diketahui memiliki jadwal aktivitas yang cukup padat di tanah suci.

"Berdasarkan laporan dokter kloter, penyebabnya adalah serangan jantung dan karena kelelahan. Beliau memang memiliki riwayat jantung. Sebelumnya, almarhum sempat mengikuti kegiatan city tour selama dua hari berturut-turut dan melaksanakan umrah sunnah ke Masjidil Haram," ujarnya.

Kholistin menjelaskan, almarhum merasakan sesak napas setelah pulang dari Masjidil Haram. Tim kesehatan kloter sempat memberikan tindakan medis darurat berupa pemeriksaan EKG sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Al-Noor Makkah. Namun, nyawa almarhum tidak tertolong tak lama setelah tiba di rumah sakit.

Sesuai dengan prosedur yang berlaku, jenazah almarhum langsung dimakamkan di Makkah setelah disalatkan di Masjidil Haram. Mengenai hak-hak almarhum, Kholistin memastikan bahwa keluarga akan menerima asuransi sebesar 100 persen dari setoran BPIH. Selain itu, kewajiban ibadah hajinya akan dibadalkan oleh petugas haji di Arab Saudi.

"Istri almarhum yang berangkat bersama tetap melanjutkan rangkaian ibadah haji. Kami juga sudah mengunjungi rumah duka di Kulon Progo untuk memberikan informasi langsung kepada keluarga," ujarnya.

Menyikapi kejadian ini, Kholistin Arifiyani berharap agar jemaah haji lainnya, khususnya yang sudah lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit, untuk lebih bijak dalam mengatur aktivitas ibadah. Ia mengingatkan bahwa puncak ibadah haji (Wukuf di Arafah) masih akan berlangsung pada 10 Dzulhijjah atau 27 Mei mendatang.

"Kami mengimbau jemaah agar tidak terlalu memforsir diri untuk ibadah sunnah yang menguras fisik, seperti umrah sunnah berkali-kali. Euforia karena sudah sampai di tanah suci memang luar biasa, apalagi setelah menunggu belasan tahun, tapi kami harap memahami kekuatan fisik masing-masing," tegasnya.

Kholistin menekankan pentingnya menyimpan tenaga untuk rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang membutuhkan ketahanan fisik prima.

"Inti haji ada di tanggal 10 Dzulhijjah nanti. Perjalanan menuju Arafah, antre bus, hingga proses di Mina itu sangat melelahkan. Kami berharap jemaah bisa lebih banyak beristirahat di hotel jika tidak ada agenda wajib, agar saat hari-H nanti kondisi fisik tetap bugar," ucapnya.

Hingga saat ini, secara umum kondisi jemaah haji asal Kulon Progo di kloter 1 YIA dilaporkan dalam keadaan sehat, meskipun beberapa jemaah memerlukan observasi ringan dan disarankan untuk memperbanyak istirahat di penginapan.

Sedangkan, Putra pertama almarhum, Khafid Pradana, menjelaskan, kepergian ayahnya meninggalkan duka mendalam namun diiringi rasa ikhlas. Di mata keluarga, almarhum adalah sosok yang baik dan pengayom keluarga.

"Bagi kami, Bapak merupakan sosok ayah yang baik, yang selalu perhatian kepada putra-putranya. Beliau adalah sosok pemimpin dan menjadi segalanya buat kami," ucapnya.

Khafid mengenang keseharian ayahnya sebagai pribadi yang sangat aktif dan terakhir menjadi Kepala Sekolah di SD Negeri Bugel. Dedikasinya terhadap pendidikan terlihat dari rutinitasnya yang selalu mengutamakan sekolah dari pagi hingga sore hari. Di luar urusan sekolah, almarhum juga aktif berkebun dan turun ke sawah saat waktu libur.

Selain di dunia pendidikan, pengabdian almarhum di organisasi keagamaan juga sangat besar. Sebagai Ketua Tanfidziyah Ranting NU Plumbon, beliau dikenal sebagai figur yang sangat diayomi dan dihormati oleh masyarakat luas. "Beliau panutan bagi lingkungan sekitar," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....