Menunggu Armuzna, Jemaah 'Aisyiah Napak Tilas Perjalanan Nabi Muhammad SAW
- 23 Mei 2026 16:43 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kegiatan utama harian jemaah haji di mekah adalah mengikuti sholat berjamaah di masjidil harom yang jaraknya tidak terlalu jauh. Disamping itu, ada kegiatan lain yang dilakukan seperti jemaah 'Aisyiyah yang juga melakukan napak tilas perjalanan Nabi Muhammad Saw.
Ketua Rombongan (Karom) 4, Tri Suyutiyanto mengabarkan dari mekah almukaromah, bahwa jarak antara hotel dengan Masjidil Haram sekitar 2,4 kilometer. Sebagian jemaah juga lebih memilih memakai bus sholawat yang berhenti di depan hotel.
"Bus sholawat beroperasi selama 24 jam non stop. Artinya kapan pun jamaah haji mau pergi ke harom bisa naik bus," katanya, Jumat, 22 Mei 2026.
Tri Suyutiyanto menyebutkan, selain memanfaatkan bus, sebagian jemaah lain khususnya yang muda, lebih memilih untuk berjalan kaki. Alasannya, jika naik bus harus antri dan jalurnya memutar sehingga kadang lebih lamanya sampainya.
"Baik ketika menuju harom maupun pulang ke hotel ada yang jalan kaki. Sebagian yang lain memilih kombinasi, jika berangkatnya naik bus, maka pulangnya jalan kaki dan sebaliknya," ucapnya.
Tri Suyutiyanto mengungkapkan, kegiatan jemaah yang lain adalah napak tilas perjuangan kanjeng nabi. Jemaah mengunjungi Jabal Tsur, di mana terdapat Gua Tsur tempat perenungan saat Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah dan dalam pengejaran tentara Quroys.
"Saat itu bahkan sahabat Abu Bakar sempat khawatir karena mendengar langkah kaki di atas gua. Lalu ditenangkan oleh Kanjeng Nabi, 'Tenanglah wahai Abu Bakar, Allah bersama kita". Bahkan dalam satu riwayat disebutkan tiba tiba ada burung membuat sangkar di mulut gua," ujarnya.
Tri Suyutiyanto nenambahkan, dalam riwayat lain disebutkan ada laba-laba bikin sarang di mulut gua. Sehingga tentara yang mengejar Rasulullah berkesimpulan tidak mungkin dalam gua ada penghuninya.
"Sebagaimana yang kita ketahui akhirnya kanjeng nabi lolos sampai Madinah," katanya, menjelaskan.
Tri Suyutiyanto menjelaskan, kunjungan dilanjutkan untuk melihat dari jauh lokasi Arafah tempat wukuf, kemudian Muzdalifah antara Arafah dan Mina tempat mabit, dan Mina tempat melempar jumrah.
"Dari kejauhan terlihat juga masjid Namirah," katanya, mengungkapkan.
Para jemaah juga ke Jabal An-Nur atau Jabal Nur, di gunung inilah kanjeng nabi pertama kali mendapatkan wahyu. Tepatnya di gua Hira.
"Lokasinya sangat tinggi, membutuhkan 1,5 sampai 2 jam jalan kaki dengan posisi menanjak," ujarnya, menceritakan.
Dalam perjalanan ini, para jemaah kemudian juga bisa membayangkan, betapa berat perjuangan Rasulullah bersama shahabat kala itu. Berjalan di siang hari yang panasnya bisa mencapai 49 derajat celcius dengan jarak tempuh lebih kurang 500 km.
"Jika ditempuh dengan bus saat ini butuh waktu 6 jam. Akhirnya kita yang diwarisi risalah knabian ini harus mensyukuri dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah semaksimal mungkin," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....