Pengedar Belasan Ribu Pil Sapi di Bantul Diringkus, Jual Secara Eceran
- 08 Apr 2026 21:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Polres Bantul berhasil mengungkap peredaran pil sapi dengan jumlah barang bukti mencapai belasan ribu butir di wilayah hukumnya. Usai penyelidikan, pengedar ternyata menjual pil-pil tersebut secara eceran dengan keuntungan yang tinggi.
Kasat Resnarkoba Polres Bantul, AKP Widodo mengatakan, adapun identitas pengedar yakni RM (28) alias Kikik warga Godean, Sleman. Saat ditangkap, RM mengaku membeli 12 ribu butir pil Yarindo seharga Rp10,2 juta.
“RM mendapatkan pil-pil itu dari seseorang berinisial A secara Cash on Delievery (COD). Saat kami gerebek, dari tangan RM kami sita 11 toples yang masing-masing berisi 1,000 butir pil sapi. Totalnya ada 11.175 butir,” ucapnya, kepada awak media, Rabu, 8 April 2026.
Saat mengedarkan barang tersebut, RM membaginya ke dalam beberapa plastik klip kecil. Setiap plastik berisi 10 butir pil Yarindo.
“Satu klip ini isinya 10 butir dan dijual sekitar Rp30-35 ribu. Ada juga yang memesan satu boks isi 100 butir dengan harga Rp300-350 ribu,” katanya.
Terkait penyebaran barang tersebut, Widodo menyebut jika tidak hanya di wilayah Bantul saja, melainkan tersebar di DIY. Pembeli obat berbahaya itu pun juga bervariasi.
“Untuk latar belakang pembelinya bermacam-macam ada yang wiraswasta, pengangguran, dan lain-lain. Kebanyakan usianya di atas 17 tahun,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kasus peredaran obat berbahaya (obaya) berjenis pil sapi kembali terjadi di wilayah Bantul. Modusnya pun juga unik, yakni menggunakan bungkus rokok sebagai kamuflase saat betransaksi.
Kasat Resnarkoba Polres Bantul, AKP Widodo mengungkapkan, dua pelaku yang berhasil diamankan adalah AK (28) asal Gamping, Sleman, dan RM (28) alias Kikik warga Godean, Sleman. Berdasarkan hasil penyelidikan, AK mengaku mendapat pasokan barang dari RM.
"Jadi RM ini punya 11 toples berisi masing-masing sekitar seribu butir pil sapi.Lalu RM mengemas kembali pil tersebut menjadi beberapa plastik kecil. Tiap plastik masing-masing berisi 10 butir," ucapnya.
Selanjutnya, plastik tersebut dimasukkan ke dalam bungkus rokok kosong sehingga, saat bertransaksi tidak mudah ketahuan oleh masyarakat.
"Dalam satu bungkus rokok itu ada beberapa plastik teegantung pemesan. Nah, pas ketemu di warung dengan pelanggannya itu seolah-olah sedang memberikan rokok. Padahal di dalamnya berisi pil sapi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....