Tidur Bersama Anak Istri, Pria di Bantul Dibacok OTK Hingga Tewas

  • 26 Feb 2026 01:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Seorang pria tewas usai menjadi korban pembacokan di rumahnya Dusun Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul pada Rabu, 25 Februari 2026. Mirisnya, penganiayaan tersebut terjadi saat korban sedang tidur bersama istri dan anaknya.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengungkapkan, peristiwa tragis itu bermula saat istri korban, RPS (34), sedang tidur berdampingan bersama korban TYR (36) dan anaknya di ruang tengah sekitar pukul 05.30 WIB. Tiba-tiba, RPS mendengar pintu belakang rumahnya terbuka.

“Pelaku yang menggunakan penutup muka (sebo) langsung mengayunkan senjata tajam berjenis parang ke arah korban yang masih tertidur,” ucapnya.

RPS sempat menangkis serangan dari pelaku menggunakan tangannya. Alhasil tiga jari tengahnya mengalami luka.

“Meski sempat ditangkis, sabetan parang tersebut akhirnya mengenai wajah, perut, dan jari korban,” katanya.

Beruntung, anak korban yang masih berusia lima tahun tidak mengalami luka. Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi.

“RPS lalu meminta tolong warga sekitar dan diteruskan ke kepolisian. Ia lalu dibawa ke Rumah Sakit Mitra sehat Gamping Sleman untuk mendapat perawatan,” ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, polisi bersama tim medis langsung mendatangi TKP. Berdasarkan hasil pemeriksaan, luka yang ada di perut korban menjadi penyebab pendarahan hingga meninggal dunia.

“Korban mengalami luka sayatan di bagian wajah sepanjang 10 cm, luka sayatan di perut sampai paha sepanjang 20 cm dengan kedalaman 10 cm, lalu luka dibagian ibu jari tangan kanan sepanjang 4 cm,” ucap Rita.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk proses lebih lanjut. Polisi pun memastikan jika kejadian itu murni kasus pembunuhan.

“Tidak ada barang berharga yang dibawa oleh pelaku. Jadi memang murni pembunuhan,” ujarnya.

Rita menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan terhadap pelaku yang diperkirakan berjumlah dua orang tersebut. Ia menyebut, satu orang menjadi eksekutor, sementara satu lainnya menunggu di atas motor.

“Keduanya datang dari arah timur, lalu salah satu pelaku masuk rumah dan satu pelaku menunggu di atas motor sebelah barat rumah korban. Saat itu pintu dalam keadaan tidak terkunci,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....