Daya Ungkit Ekonomi, DPRD Yogyakarta Dorong Optimalisasi Potensi Kelurahan
- 24 Agt 2026 12:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - DPRD Kota Yogyakarta mendorong Pemerintah Kota Yogyakarta mengoptimalkan berbagai potensi di tingkat kelurahan sebagai salah satu strategi memperkuat ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Optimalisasi pembangunan dan pemberdayaan berbasis wilayah diperlukan untuk membangun roda perekonomian kuat di masyarakat.
Hal ini ditegaskan Sekretaris/pimpinan Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Candra Akbar Ishmata, Selasa, 21 Agustus 2026. Menurutnya, setiap wilayah/kelurahan memiliki karakteristik dan potensial untuk dikembangkan, potensi ini tidak sekadar sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tetapi juga membentang hingga kampung wisata, pelestarian seni dan budaya, hingga industri kreatif berbasis komunitas.
Candra Akbar menyebutkan, kreativitas masyarakat di tingkat kampung telah melahirkan berbagai produk unggulan dan daya tarik wisata. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan fasilitasi, infrastruktur, serta pendampingan yang berkelanjutan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
“Kami melihat langsung di akar rumput wilayah, warga Jogja itu sangat nyeni, kreatif dan inovatif. Potensi ini harus bisa ditangkap oleh Pemerintah agar bisa menjadi daya ungkit perekonomian di tingkat kewilayahan,” katanya.
Politisi Partai Golkar ini juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus hadir tidak hanya sebatas hanya pemberian modal atau fasilitas infrastruktur, tetapi melakukan pendampingan yang berkelanjutan. Dukungan ini dilakukan salah satunya dengan pelatihan mengelola dan manajerial, peningkatan mutu produk, hingga pemasaran digital.
Sebagai bagian dari Komisi A yang membidangi urusan Pemerintahan Kemantren hingga Kelurahan, Candra Akbar juga menyoroti pentingnya penyerapan dana Kelurahan yang efektif dan tepat sasaran. Ia tidak ingin anggaran yang diturunkan ke wilayah sekedar dialokasikan untuk program atau kegiatan yang bersifat seremonial.
Candra Akbar menegaskan, penggunaan anggaran harus benar-benar berdampak langsung pada perekonomian di masyarakat setempat. Wujudnya bisa melalui program padat karya atau program pemberdayaan warga.
"Anggaran kelurahan harus dikelola secara inovatif. Jangan sekadar untuk kegiatan seremonial atau rutinitas biasa, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Candra Akbar menilai, jika sektor potensial dari kampung wisata dapat tumbuh subur apabila mendapat perhatian lebih, hal ini juga secara otomatis membuka lapangan kerja di tingkat wilayah. Ketika potensi lokal tumbuh, peluang lapangan kerja di tingkat wilayah akan semakin terbuka sehingga diharapkan ikut menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
DPRD Kota Yogyakarta juga berupaya mengenalkan potensi kampung kepada pihak luar, salah satunya dengan mengarahkan kunjungan kedinasan dari luar daerah ke kampung-kampung yang memiliki potensi wisata dan produk unggulan. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi sarana promosi sekaligus membuka peluang kerja sama bagi kampung-kampung di Kota Yogyakarta.
Candra Akbar optimistis, melalui dorongan dan sinergi yang kuat antara masyarakat, kampung, dan pemerintah, kenaikan signifikan ekonomi Kota Jogja bukan hanya sekedar angan-angan. Namun menjadi realita yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Lewat kebijakan dari DPRD, eksekusi program yang tepat dari Pemkot, dan partisipasi aktif masyarakat, ekonomi Kota Jogja bisa tangguh yang berasal dari potensi Kampung,” ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....