DPRD Yogyakarta Dorong Pengembangan Kuliner Lokal Berbasis Budaya
- 02 Sep 2026 10:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - DPRD Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya mendukung dan mendorong pengembangan kuliner lokal sebagai daya tarik wisata. Langkah strategis pengembangan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan diintegrasikan dengan nilai sejarah, budaya.
Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Oleg Yohan mengatakan, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui optimalisasi kawasan Museum Monumen Pangeran Diponegoro di Kemantren Tegalrejo. Menurutnya, ruang publik di Kemantren Tegalrejo ini memiliki program rutin bernama Latar Rejo.
Program tersebut resmi diluncurkan pada Minggu 23 Agustus 2026 dengan menggandeng 65 pelaku usaha. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi penikmat kuliner dengan sajian tradisional khas Yogyakarta, seperti gudeg, bakmi jawa, kudapan khas angkringan, berbagai jajanan pasar, dan minuman rempah.
Oleg menyatakan, melalui program tersebut pihaknya juga memiliki misi untuk menjadikan Museum Monumen Pangeran Diponegoro sebagai ruang publik terintegrasi. Sehingga diharapkan kawasan museum tidak hanya edukatif dan interaktif, namun juga dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
“Selaku dewan, tentu saja kami mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini tuh ada di kemantren-kemantren, yang kemudian bisa menjadi daya ungkit nilai ekonomi,” ujarnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Oleg menegaskan, pengembangan ruang kreatif berbasis potensi lokal perlu terus dilakukan, khususnya dengan memadukan pelestarian cagar budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan. Komisi B DPRD Kota Yogyakarta yang membidangi sektor pariwisata, kebudayaan, UMKM, dan perdagangan, akan terus mendorong munculnya ruang-ruang kreatif serupa di berbagai wilayah
Politisi Partai Nasdem ini juga memastikan, pihaknya akan terus bersinergi dengan organisasi perangkat daerah seperti Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM dan Dinas Pariwisata untuk memunculkan ruang-ruang serupa di kemantren lain. Supaya setiap wilayah memiliki ciri khas masing-masing untuk menarik minat wisatawan.
“Kami sangat berharap kegiatan seperti Latar Rejo ini menjadi salah satu event kalender tahunan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....