Ratusan Pelaku UMKM Lintas Wilayah Padati HUT ke-7 Maswira DIY di Gunungkidul
- 12 Jul 2026 16:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta-Kelompok Masyarakat Wirausaha (Maswira) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merayakan hari jadi yang ke-7 dengan penuh kemeriahan. Mengambil tempat di destinasi wisata Hermoyo Edupark, Semoyo, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Minggu 12 Juli 2026, momentum ini menjadi ajang konsolidasi akbar yang dihadiri oleh ratusan anggota Maswira dari empat kabupaten dan satu kota di wilayah DIY.
Hadir langsung memberikan motivasi, Pembina Maswira Jaya DIY, BRAy Iriani Pramastuti. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya membangun ekosistem UMKM lokal yang kuat di Yogyakarta melalui kolaborasi modal, perluasan akses pasar, serta percepatan adaptasi teknologi bagi para pelaku usaha.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi Maswira. Sekretaris Dinas setempat, Tugiran, S.Pd., M.A.P., mengungkapkan bahwa dari sekitar 80 ribu UMKM yang terdata di Gunungkidul, tantangan seleksi alam di dunia usaha memang tidak bisa dihindari.
"Saat ini kondisinya beragam, ada yang sudah berhasil menembus pasar ekspor, tetapi ada juga yang baru mau mulai berjalan. Di sinilah fungsi kami di dinas untuk memfasilitasi kelengkapan izin usaha mereka," ujar Tugiran.
Ia menegaskan, dinas berkomitmen penuh dan terus berkolaborasi lintas sektor untuk membantu para pelaku usaha mengantongi legalitas, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal. "Meskipun di tengah keterbatasan anggaran, kami tetap konsisten menjalankan tupoksi untuk memfasilitasi para pelaku UMKM. Jika legalitas sudah di tangan, mereka akan lebih siap bersaing di kancah nasional maupun internasional," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Maswira Wilayah Gunungkidul, Sagiran, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya memiliki sekitar 200 anggota UMKM yang aktif dibina. Salah satu program strategis yang tengah digenjot adalah merangkul potensi anak muda.
"Untuk saat ini kami sedang fokus pada pengembangan dalam rangka menjembatani generasi muda yang berbasis digital. Kami yang tua-tua di Maswira ini diharapkan mampu memberikan contoh dan kontribusi, khususnya lewat pelatihan-pelatihan," ujar Sagiran.
Guna memastikan keberlanjutan usaha, Maswira Gunungkidul rutin menggelar pertemuan bulanan hingga dua kali dalam sebulan. Dalam forum tersebut, pengurus tidak hanya membahas proyek dan penjualan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap anggota yang usahanya masih tersendat. "Kami bekerja sama dengan dinas terkait untuk mendorong kemajuan anggota, bahkan pengurus turun langsung meninjau ke lokasi produksi mereka agar produk lokal kita bisa lebih maju," katanya.
Kiprah Maswira dalam menumbuhkan minat wirausaha di DIY memang telah rekam jejaknya panjang. Ketua Maswira DIY sekaligus sang pendiri, Aliza Fitriany, mengenang kembali perjalanan komunitas ini yang berawal dari keterbatasan. "Kami merintis ini betul-betul dari nol. Sejarahnya dulu anggota Maswira cuma 20 orang, dan sekarang alhamdulillah sudah berkembang pesat menjadi ribuan anggota," ujar Aliza.
Aliza menjelaskan, kekuatan Maswira terletak pada konsistensi kegiatan Kopi Darat (Kopdar) bulanan di tiap kabupaten/kota. Forum tatap muka ini menjadi ruang bagi anggota untuk saling berbagi keluh kesah, mengadakan pelatihan, hingga mengurus perizinan kolektif, termasuk menyosialisasikan program pemerintah seperti aplikasi SiBakul milik Pemda DIY.
"Harapan kami ke depan, Maswira semakin membawa manfaat. Filosofi kami adalah 'turun gunung naik gunung'. Kami tidak mencari anggota yang usahanya sudah jadi. Maswira mendampingi pelaku usaha dari nol, dari yang belum punya izin apa pun, sampai mereka berkembang dan naik kelas. Ketika sudah naik kelas, mereka adalah alumni Maswira yang siap mandiri. Karena itu pembinaan di Gunungkidul, Kulon Progo, Bantul, dan Sleman tidak akan pernah berhenti," ujar Aliza.
Manfaat nyata kehadiran Maswira dirasakan langsung oleh Yanuasih, seorang pengusaha lokal asal Semanu, Gunungkidul. Pemilik usaha Batik Jumputan (Batik Qalesya) dan Serundeng Kelapa Manis ini mengungkapkan rasa haru dan bahagianya di usia Maswira yang ke-7.
"Perayaan hari ini menjadi bukti nyata bahwa Maswira memiliki peran yang sangat besar bagi kemajuan dan perkembangan para pelaku UMKM seperti kami di DIY. Komunitas ini memberikan kami ruang untuk tumbuh bersama," ujar Yanuasih dengan sumringah di sela-sela acara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....