BSI Creative Hub Dorong Peluang UMKM Bisnis Kopi
- 06 Jun 2026 18:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tren usaha kopi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan perkembangan yang positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya ngopi dan bisnis kuliner berbasis kopi. Melihat potensi tersebut, Bank Syariah Indonesia (BSI) Creative Hub berkolaborasi dengan Jeda Coffee dan Victory Jaya F&B Supply menggelar talk show bertajuk “Coffee Experience: Tren, Rasa, dan Peluang UMKM Coffee” di Gedung BSI Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Center Yogyakarta, Rabu 3 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di industri kopi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yakni Kepala BSI Creative Hub Arif Miftahul Huda, Owner Jeda Coffee Ade Putra, Owner Victory Jaya F&B Supply Imas Herawati, serta Beverage Architect Rasa Group Arga Tri.
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang usaha, mulai dari pelaku bisnis kopi hingga UMKM yang bergerak di bidang makanan ringan, bakery, dan cookies. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya minat pelaku usaha untuk memahami peluang pengembangan bisnis yang berkaitan dengan industri kopi.
Dalam sambutannya, Arif Miftahul Huda menekankan pentingnya edukasi dan kolaborasi sebagai kunci penguatan kapasitas UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar yang terus berkembang. Menurutnya, pelaku usaha perlu memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi para pelaku UMKM, khususnya yang ingin memulai atau mengembangkan usaha kopi. Dengan ekosistem yang saling mendukung, UMKM dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Ade Putra membagikan pengalaman membangun sejumlah unit usaha kopi yang dikelolanya, yakni Jeda Coffee, Logic Coffee, dan Dei Coffee Story. Ia menjelaskan bahwa setiap usaha memiliki karakteristik konsumen yang berbeda sehingga membutuhkan strategi pemasaran, pelayanan, dan pengelolaan yang disesuaikan dengan target pasar masing-masing.
Ade juga memperkenalkan konsep street coffee yang diusung Jeda Coffee sebagai model bisnis yang dinilai fleksibel dengan kebutuhan modal yang relatif terjangkau. Saat ini, usaha tersebut beroperasi di kawasan Taman Milenial Paseban, Kabupaten Bantul, dan menyasar konsumen yang menginginkan akses kopi berkualitas dengan konsep sederhana.

Selain berbagi pengalaman bisnis, Ade menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya manusia, ketersediaan bahan baku, hingga perhitungan harga pokok penjualan (HPP) sebagai fondasi utama dalam menjalankan usaha kopi. Menurutnya, aspek manajerial yang baik akan sangat menentukan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. “Bisnis kopi tidak harus dimulai dari coffee shop yang besar. Street coffee bisa menjadi langkah awal yang realistis bagi pelaku UMKM untuk belajar memahami pasar, membangun pelanggan, dan mengembangkan usaha secara bertahap,” katanya.
Memasuki sesi berikutnya, Imas Herawati membagikan pengalaman mendampingi berbagai usaha kopi di Yogyakarta melalui Victory Jaya F&B Supply. Ia menjelaskan bahwa banyak pelaku usaha kopi memulai bisnis dari konsep sederhana seperti street coffee maupun coffee corner, sebelum akhirnya berkembang menjadi coffee shop dengan skala yang lebih besar.
Menurut Imas, keberhasilan usaha kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas minuman yang disajikan, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam menentukan target pasar, menciptakan keunikan produk atau unique selling proposition (USP), serta menghadirkan pelayanan yang memuaskan. “Hospitality menjadi salah satu kunci penting dalam membangun pengalaman pelanggan. Kesan pertama yang baik akan menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan ingin kembali,” ucapnya.
Pada sesi terakhir, Arga Tri memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar peracikan minuman kopi sekaligus memperagakan secara langsung proses pembuatan minuman berbasis kopi susu. Peserta tampak antusias mengikuti praktik tersebut dan aktif berdiskusi mengenai teknik penyajian, komposisi rasa, hingga penggunaan flavour syrup. Melalui kegiatan ini, BSI Creative Hub berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berani memulai usaha kopi sesuai kapasitas dan potensinya, sekaligus memperkuat ekosistem kopi di Yogyakarta melalui kolaborasi antara pelaku usaha, pemasok, dan lembaga pendukung pengembangan UMKM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....