Mal di Yogyakarta Ini Aktif Libatkan UMKM dan Petani Lokal
- 05 Feb 2026 09:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pusat perbelanjaan Hypermart Jogja City Mall (JCM) terus melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam aktivitas penjualan. Keterlibatan UMKM tersebut telah berjalan sejak gerai dibuka pada 2013. Hingga kini, manajemen Hypermart masih membuka peluang bagi UMKM untuk bergabung.
Store Manager Hypermart Jogja City Mall, Nanda Bakhtiar, menyampaikan minat UMKM untuk masuk ke area penjualan cukup tinggi. Namun, proses seleksi tetap dilakukan agar produk yang dijual tidak saling bertabrakan. Kurasi juga ditujukan untuk menjaga variasi pilihan bagi konsumen.
“Yang mau masuk itu ada tiga atau empat. Tapi baru satu yang sudah siap, yang lainnya masih proses,” katanya.
Nanda menjelaskan, syarat utama bagi UMKM yang ingin bergabung adalah kepemilikan sertifikat halal. Ketentuan ini sejalan dengan kebijakan wajib halal yang mulai diterapkan secara nasional. Tidak semua pelaku UMKM dinilai siap memenuhi persyaratan tersebut.
“Utamanya wajib halal. Jadi wajib halal itu syarat pokok untuk bisa join,” ujar Nanda.
Selain sertifikasi halal, manajemen Hypermart juga menekankan pentingnya variasi jenis usaha. Setiap UMKM yang bergabung diharapkan menawarkan produk berbeda agar tidak saling bersaing langsung. Konsep ini ditujukan untuk memperkaya pengalaman belanja pelanggan. Saat ini, di Hypermart Jogja City Mall sendiri sudah terdapat beberapa variasi tenant UMKM mulai dari mie ayam, pempek, mendoan mini, tahu petis, es dawet, nasi rames, serta jajanan pasar.

Buyer Hypermart Jogja City Mall, Agustinus Yudi, menyebut tidak ada persyaratan khusus terkait latar belakang pembinaan UMKM. Penilaian lebih difokuskan pada kualitas produk, daya tarik, serta potensi pasar.
“Yang penting masakannya enak, bagus, halal. Terus kita lihat potensial marketnya,” ucap Yudi.
Dalam kerja sama ini, UMKM tidak dibebankan biaya sewa tempat. Fasilitas seperti lokasi, listrik, dan air disediakan oleh pihak pengelola. Skema kerja sama dilakukan melalui sistem bagi hasil dari penjualan.
| Baca juga: Pelaku UMKM Wajib Pahami Prosedur Ijin Usaha |
Selain produk kuliner, Hypermart Jogja City Mall juga menghadirkan buah-buahan hasil kerja sama dengan petani lokal. Beberapa produk buah dihadirkan melalui konsep aktivitas tematik, di mana pengunjung dapat melihat langsung proses pengolahan di area penjualan. Pendekatan ini ditujukan untuk memberi pengalaman belanja berbeda sekaligus menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk segar.
Fresh Area Hypermart Jogja City Mall, Amir Mahmud, menyebut salah satu buah yang mendapat respons positif adalah nangka lokal. Produk tersebut dipasok dari petani setempat dan diproses langsung di hadapan pembeli. Pengunjung dapat menunggu proses pengupasan hingga buah siap dikonsumsi.
“Kita adakan aktivitas kayak gitu, orang nunggu, lihat langsung prosesnya. Jadi pengalaman belanjanya beda,” katanya.
Manajemen menilai konsep buah eksotik dan aktivitas langsung tersebut mampu menarik minat pengunjung. Selain meningkatkan penjualan, pola ini juga memberi nilai tambah bagi petani lokal. Hypermart berharap pendekatan tersebut dapat terus dikembangkan dengan variasi produk segar lainnya.
Melalui pelibatan UMKM lintas sektor, Hypermart Jogja City Mall berharap ekosistem usaha lokal terus tumbuh. Sinergi antara ritel modern, UMKM, dan petani dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha. Program ini diharapkan memperkuat daya saing produk lokal. (kat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....