Dukung Sistem Kerja Inklusi, Pabrik Rokok HS Rekrut 70 Disabilitas

  • 24 Apr 2026 19:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komitmen menjadikan perusahaan yang inklusif terus perusahaan rokok asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) HS. Di saat banyak penyandang disabilitas yang sulit dapat pekerjaan, pabrik ini justru membuka pintu selebar-lebarnya.

Terbukti, saat ini sudah ada 70 penyandang disabilitas yang bekerja di perusahaan yang ada di bawah naungan Surya Group Holding Company itu. Jumlah itu dipastikan terus bertambah dengan dibangunnya pabrik baru HS di Jogjakarta dan Lampung.

"Kami akan terus menerima karyawan disabilitas sesuai arahan pak Muhammad Suryo. Silahkan kawan-kawan disabilitas di seluruh Indonesia untuk bergabung bersama kami," ucap Perwakilan HRD Pabrik Rokok HS, Muhammad Hanafi, Jumat, 24 April 2026.

Hanafi menegaskan, tidak ada persyaratan khusus untuk bekerja di pabrik HS. Meski tanpa pengalaman, penyandang disabilitas akan diterima dan dipekerjakan sesuai bidangnya, bahkan pelatihan juga diberikan agar mereka tetap mumpuni.

"Kami juga akan beri pelatihan agar mereka mampu bekerja dengan baik," ucapnya.

Sebanyak 70 karyawan disabilitas yang saat ini bekerja, memiliki kinerja yang bagus. Bahkan tidak kalah saing dengan pekerja lain.

"Mereka justru lebih semangat, dan kinerjanya juga sangat baik. Kami selalu diingatkan oleh pak Suryo untuk terus memberikan perhatian khusus bagi kawan-kawan difabel di sini," ujarnya.

Hanafi menegaskan, tidak ada yang dibedakan dalam proses bekerja di HS. Semua karyawan mendapat hak yang sama, termasuk gaji, makan siang gratis hingga fasilitas lain. Hanya saja untuk karyawan difabel, HS memberikan mess gratis bagi mereka.

"Karena jumlahnya terus bertambah dan mereka banyak yang berasal dari luar kota Magelang. Jadi pak Suryo memerintahkan kami untuk memberikan mess gratis agar memudahkan kawan-kawan difabel ini," ujarnya, menjelaskan.

Salah satunya Shinta (34), warga Magelang Jawa Tengah. Penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara ini, menjadi salah satu dari 70 karyawan difabel, yang bekerja sebagai pelinting dan pengepak rokok di perusahaan yang ada di bawah naungan Surya Group Holding Company itu.

Raut ceria nampak terlihat jelas dari Shinta saat melakukan pekerjaan, namun di balik wajah bahagianya ini, ada cerita pilu yang harus ia lalui sebelum bisa bekerja di pabrik rokok HS. Cerita tentang sulitnya mencari kerja dan stigma negatif masyarakat pada mereka.

"Dulu sulit sekali mencari kerja. Berkali-kali melamar, tapi selalu ditolak. Kebanyakan mereka meragukan kemampuan kami hanya karena kami berbeda. Menganggap kami tidak mampu tanpa pernah diberi kesempatan," ucapnya lirih.

Masih ingat betul bagi perempuan satu anak ini ketika terjadi penolakan-penolakan itu. Sakit hati dan kecewa selalu menghantui ketika Shinta pulang dari tes wawancara. "Tapi di pabrik rokok HS ini, saya seperti menemukan kehidupan baru. Tidak hanya diterima kerja tanpa syarat dan pengalaman, tapi kami juga dihormati dan dihargai tanpa dibedakan," ujarnya.

Perbaikan hidup

Sebelum bekerja di HS, Shinta sempat membuka usaha batik tulis kecil-kecilan di rumahnya, tetapi usaha itu tak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, ia adalah tulang punggung keluarga dan anaknya masih kecil butuh biaya sekolah. "Akhirnya untuk memenuhi kebutuhan, saya hutang ke bank," katanya.

Kini, kehidupannya berangsur membaik setelah bekerja di pabrik rokok HS. Shinta mengatakan mampu memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan hutang-hutangnya yang dipukulnya mampu dilunasi dan bisa menabung.

Selain lebih sejahtera, Shinta juga mendapat lingkungan pekerjaan yang nyaman. Meski tanpa pengalaman, ia dan 70 karyawan disabilitas lainnya di pabrik rokok HS selalu dilatih dengan sabar, tidak dibedakan dan mendapat fasilitas sama seperti karyawan lainnya. Mereka mendapatkan gaji utuh karena mendapat jatah makan dari pabrik secara gratis.

"Bahkan, HS akan membuatkan mess khusus karyawan disabilitas, itu yang membuat kami nyaman bekerja di sini," ujarnya, mengungkapkan.

Kenyamanan dalam bekerja ini penting bagi penyandang disabilitas. Sebab, selama ini, mereka kerap mendapat perlakuan kurang menyenangkan di dunia kerja.

Fian (26) penyandang disabilitas lain asal DIY juga menceritakan hal yang serupa. Menurutnya, sempat bekerja di beberapa perusahaan namun tidak betah karena sering mendapat perlakuan tidak nyaman. "Kami sering dibully, dan setiap ada kesalahan, karyawan disabilitas yang selalu disalahkan," ucapnya.

Namun di HS, semua karyawan diperlakukan sama. Mereka dihormati dan tidak diperlakukan semena-mena, bahkan mereka mendapat perhatian lebih berupa fasilitas mess gratis.

"Kami harap perusahaan lain bisa mencontoh bagaimana HS mempekerjakan karyawan disabilitas seperti kami. Inklusivitas dunia kerja bukan sekadar narasi, tapi dibuktikan dengan hal yang konkret," ucapnya.

Seperti diketahui, pabrik rokok HS terus berkomitmen menjadi perusahaan inklusif. Bos Rokok HS, Muhammad Suryo menegaskan bahwa pihaknya akan menampung sebanyak-banyaknya karyawan penyandang disabilitas. Saat ini, sudah ada 70 karyawan disabilitas yang bekerja di tempat itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....