Sanggar Kemuning Manunggal Budaya Gelar Pelatihan Kethoprak, Dorong Pelestarian

  • 10 Sep 2026 09:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman — Upaya melestarikan dan mengembangkan seni tradisional sebagai warisan leluhur merupakan tanggung jawab bersama. Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungan seni tradisi agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus. Salah satunya dilakukan oleh Sanggar Kemuning Manunggal Budaya (KMB) di Dusun Cangkringan, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, melalui kegiatan Pelatihan Seni Kethoprak, Selasa 8 September 2026.

Ketua Sanggar KMB, Widada, mengatakan keberadaan sanggar tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat dalam ikut melestarikan seni tradisi, khususnya kethoprak, karawitan, dan seni tari.

“Keberadaan Sanggar KMB ini adalah salah satu upaya kami untuk ikut andil dalam pelestarian seni tradisi, khususnya kethoprak, karawitan, dan seni tari. Alhamdulillah, kami mendapat respons dan dukungan dari masyarakat,” ucap Widada.

Menurutnya, dukungan tersebut terlihat dari antusiasme masyarakat yang ikut terlibat dalam berbagai kegiatan sanggar. Bahkan, jumlah anggota Sanggar KMB hingga kini terus bertambah dan berasal dari berbagai kelompok usia.

Eksistensi Sanggar KMB juga mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Sleman maupun Kundha Kabudayan DIY melalui Dana Keistimewaan. Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa Dana Fasilitasi Pembinaan Sanggar yang diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan pergelaran seni.

Pergelaran seni tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 25 September 2026. Sebagai bagian dari persiapan sebelum pementasan, Sanggar KMB terlebih dahulu menggelar pelatihan praktis bagi para anggotanya.

Dalam kegiatan tersebut, sanggar menghadirkan dua narasumber yang dinilai memiliki pengalaman dan prestasi di bidang seni tradisi kethoprak, yakni Sugiman Dwi Nurseto dan Dalijo Angkring.

Widada menuturkan, pelatihan tersebut sengaja dilakukan agar para anggota memiliki bekal dan kesiapan yang lebih baik sebelum tampil dalam pergelaran.

“Warga kami ternyata sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Mereka tampak memperhatikan paparan dari para narasumber yang sesekali dibumbui guyonan sehingga menambah keakraban dan membuat suasana menjadi lebih segar,” katanya.

Ia berharap kegiatan pelatihan tidak hanya meningkatkan kemampuan anggota dalam berkesenian, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap seni tradisi yang merupakan warisan leluhur.

“Harapan kami, dengan kegiatan seperti ini bisa menambah semangat dan wawasan mereka untuk mencintai warisan leluhur yang sarat dengan nilai-nilai luhur,” ujar Widada.

Melalui kegiatan pelatihan dan pergelaran tersebut, Sanggar Kemuning Manunggal Budaya berupaya menjaga agar seni tradisi, khususnya kethoprak, tetap eksis dan berkembang di tengah masyarakat. Keterlibatan masyarakat dari berbagai usia menjadi modal penting bagi keberlanjutan pelestarian seni budaya di tingkat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....