Lestarikan Unggah-Ungguh, FKKS Cangkringan Gelar Sarasehan Budaya Jawa

  • 28 Jul 2026 13:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, SLEMAN – Yogyakarta tak pernah lepas dari kebudayaan masyarakat yang menjadi pilar keistimewaan daerah ini. Salah satunya adalah nilai unggah-ungguh serta sopan santun yang tercermin melalui tata bahasa dan busana adat.

Berangkat dari kekhawatiran akan tergerusnya nilai-nilai tradisi tersebut, Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kapanewon Cangkringan menggelar Sarasehan Pendidikan bertema Upaya Pelestarian Budaya Jawa melalui Keteladanan. Acara ini berlangsung di Kopi Dalan Anyar, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, serta dihadiri oleh jajaran kepala sekolah dan guru SD, SMP, dan MI se-Kapanewon Cangkringan.

Ketua FKKS sekaligus ketua penyelenggara Sutarno menerangkan bahwa agenda ini ditujukan untuk memberikan pemahaman mendalam bagi para pendidik terkait tata cara berbahasa Jawa dan penggunaan busana adat yang benar. Dengan demikian, para guru diharapkan mampu memberikan keteladanan nyata bagi para siswa dan masyarakat.

"Kegiatan seperti ini memang sudah lama kami agendakan namun baru kali ini bisa terlaksana. Harapan kami para kepala sekolah dan juga para guru ini bisa mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana berbahasa Jawa dan pemakaian busana yang benar sehingga nanti bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya juga kepada para siswa. Kita prihatin sekarang ini sepertinya unggah-ungguh dan sopan santun sudah banyak terabaikan karena alasan sederhana dipandang ribet dan kurang praktis, sehingga anak-anak muda kurang mendapatkan edukasi dan keteladanan," katanya.

Sarasehan ini menghadirkan dua narasumber, yakni praktisi seni sekaligus penyiar RRI Yogyakarta Sugiman Dwi Nurseto serta abdi dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat KMT Bardono Surya Yudha Utama. Kedua narasumber memaparkan nilai-nilai budaya Jawa melalui tata bahasa, unggah-ungguh, hingga filosofi busana adat secara interaktif dan dibumbui humor khas Jawa (guyon maton).

Para peserta antusias menyimak materi bahkan mengusulkan agar forum semacam ini dapat digelar secara berkala demi menjaga kesinambungan edukasi budaya.

"Ternyata para peserta juga merindukan kesempatan seperti ini. Mereka sangat antusias mengikuti, bahkan beberapa mengusulkan agar forum semacam ini rutin diagendakan agar ada kesinambungan. Harapan kami, sedikit yang bisa kami lakukan ini dapat bermanfaat dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya, khususnya di wilayah kami," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....