RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ketika seseorang mencintai sesuatu dengan tulus, maka suatu saat ia juga akan dicintai dengan tulus. Prinsip hidup itulah yang tampaknya sangat melekat dalam perjalanan hidup H. Daru Handoko, SP, pria kelahiran tahun 1971 asal Morangan VIII, Triharjo, Sleman, Yogyakarta.
Sejak kecil, Daru Handoko telah dikenalkan dengan budaya dan seni tradisi Jawa oleh keluarganya. Nilai-nilai luhur tersebut kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan hidup dan kariernya hingga mencapai kesuksesan.
“Dari awal meniti karier saya sudah menerapkan ilmu yang saya dapat dari seni tradisi warisan leluhur, di antaranya wayang kulit. Di situ banyak sekali ajaran yang sangat bermanfaat, baik dari karakter tokoh maupun cerita yang disuguhkan,” ungkapnya.
Menurut Daru, almarhum ayahnya merupakan seorang pendidik yang sangat peduli terhadap seni dan budaya tradisional. Bahkan di lingkungan kampungnya, sang ayah dikenal sebagai tokoh budaya yang disegani.
“Dalam keluarga, beliau sangat tegas terutama soal unggah-ungguh dan tata krama. Saya dan kakak-kakak sering dimarahi jika ada sikap yang kurang tepat. Namun ternyata semua itu sangat berguna dalam kehidupan saya hingga sekarang,” ucapnya.
Sukses Berkarier Hingga Menjadi General Manager Sales
Dalam perjalanan karier, Daru Handoko dikenal sebagai sosok pekerja keras. Ia tercatat pernah menjabat sebagai General Manager Sales (GMS) di salah satu perusahaan besar nasional.
Pengalaman tinggal dan bekerja di berbagai kota turut membentuk karakter serta menambah kematangan hidupnya, baik dalam semangat kerja maupun kemandirian.
“Kalau dulu saya sibuk di luar, kerja dan kerja, sekarang saatnya lebih banyak di rumah sambil terus berbuat sesuatu. Pokoke urip iku urup, hidup itu harus bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain,” ujarnya.
Baginya, nilai budaya yang diwariskan orang tua harus terus dijaga dan ditanamkan kepada generasi berikutnya.
“Hidup ini tidak bisa sendiri, kita saling membutuhkan. Karena itu kita harus bijak dan tidak sombong dalam bermasyarakat,” ujar pria yang dikenal murah senyum tersebut.
Aktif di Lingkungan dan Komunitas Pecinta Motor Tua
Di lingkungan tempat tinggalnya, Daru Handoko dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Tidak heran jika saat ini ia dipercaya menjadi Ketua RW di wilayahnya.
Selain aktif di masyarakat, namanya juga cukup dikenal di kalangan komunitas pecinta motor gede dan motor tua. Hal itu terlihat dari koleksi kendaraan klasik serta pusaka keris yang dimilikinya di rumah.
Menurutnya, jabatan sekecil apa pun merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan sekecil apa pun adalah amanat. Saya tidak pernah menganggap enteng. Begitu juga dalam merawat warisan budaya leluhur, semua saya jalankan sebagai bentuk pengabdian,” tegasnya.
Ia pun berharap generasi muda tetap menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman modern.