Sugiman Dwi Nurseta Kembali Pimpin KKS, Fokus Rangkul Seniman Muda

  • 29 Mar 2026 15:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Musyawarah besar pemilihan Ketua Komunitas Kethoprak Sleman 2026-2021. Forum penting ini dilaksanakan pada hari Jumat 27 Maret 2026 bertempat di Gedung Kesenian Kabupaten Sleman.

Acara dihadiri oleh pengurus inti serta koordinator lapangan dari tujuh belas kecamatan yang ada di seluruh wilayah Sleman. Kehadiran para seniman lintas generasi ini bertujuan untuk memperbarui struktur kepengurusan yang masa jabatannya telah berakhir tahun ini.

Proses pemilihan ketua dipimpin langsung oleh Bapak Budisutowiyoso dengan mekanisme pemungutan suara secara tertutup bagi seluruh anggota. Namun sebelumnya acara diawali dengan laporan pertanggungjawaban serta sambutan hangat dari ketua periode sebelumnya yaitu Sugiman.

Terdapat lima kandidat kuat yang bersaing dalam bursa pemilihan ketua termasuk di dalamnya perwakilan seniman muda Arya Aditya. Masuknya nama anak muda dalam bursa calon ketua membuktikan komitmen komunitas dalam merangkul potensi generasi penerus kesenian.

"Kepengurusan periode mendatang harus melibatkan lebih banyak seniman muda karena tantangan zaman saat ini sudah sangat jauh berbeda," ujar Sugiman saat memberikan sambutan resmi di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Penghitungan suara dilakukan secara terbuka di depan seluruh peserta forum sehingga menghasilkan keputusan yang sangat adil bagi semua. Hasil akhir menunjukkan, Sugiman Dwi Nurseta kembali dipercaya untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.

"Peran pemuda sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian seni tradisi khususnya kethoprak agar tetap eksis dan juga dicintai oleh generasi milenial," ujarnya.

Sugiman menekankan bahwa kolaborasi antar generasi menjadi kunci utama dalam memajukan budaya lokal di tengah arus modernisasi global.

Ketua terpilih juga menegaskan pentingnya komunikasi serta kolaborasi yang intensif bagi seluruh pekerja seni di Kabupaten Sleman. Sinergi antara senior dan junior akan menciptakan inovasi baru tanpa harus meninggalkan pakem asli dari kesenian tradisional kethoprak.

Langkah selanjutnya adalah pembentukan struktur pengurus baru serta diskusi mengenai bidang tambahan yang diperlukan untuk memperkuat kinerja organisasi. Proses ini akan melibatkan seluruh elemen seniman guna memastikan bahwa setiap program kerja dapat terlaksana dengan sangat maksimal.

Pertemuan tersebut berakhir dengan suasana yang sangat harmonis serta penuh dengan harapan besar bagi masa depan kesenian daerah. Seluruh peserta optimis, kepemimpinan yang baru dapat membawa perubahan positif bagi perkembangan budaya di wilayah Kabupaten Sleman. (Gilang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....