Paguyuban Kethoprak Girikerto Lestarikan Seni Budaya Sleman

  • 27 Jul 2026 13:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui administrasi pemerintahan, tetapi juga dengan pendekatan sosial dan budaya. Dengan latar belakang masyarakat yang beragam, pemerintah kalurahan dituntut mampu merangkul seluruh warga tanpa membeda-bedakan.

Semangat tersebut menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, di bawah kepemimpinan Lurah H. Sudibyo, S.Pd. Salah satu bentuk pendekatan kepada masyarakat diwujudkan melalui pelestarian seni budaya dengan membentuk Paguyuban Kethoprak Pamong Budaya.

Paguyuban ini beranggotakan Lurah, pamong kalurahan, kepala dukuh, tokoh masyarakat, hingga pemuda-pemudi Karang Taruna. Kehadirannya tidak hanya menjadi wadah berkesenian, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah kalurahan dan masyarakat.

Menurut H. Sudibyo, S.Pd., paguyuban tersebut sebenarnya telah berdiri sejak sekitar tahun 2008 atas prakarsa Lurah Girikerto saat itu, Bapak Suharto. Kepemimpinan berikutnya kemudian melanjutkan keberadaan paguyuban sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya Jawa.

"Selain sebagai bentuk ngleluri kabudayan atau melestarikan budaya, yang lebih penting adalah menumbuhkan rasa guyub rukun di antara pamong maupun masyarakat Girikerto," ucap Sudibyo.

Seiring berjalannya waktu, keberadaan Paguyuban Kethoprak Pamong Budaya semakin dikenal luas. Tidak hanya di wilayah Kapanewon Turi, tetapi juga di tingkat Kabupaten Sleman. Bahkan, paguyuban ini menjadi inspirasi bagi terbentuknya kelompok seni budaya pamong di sejumlah kalurahan lainnya.

Setiap tahun, paguyuban secara rutin menggelar pementasan kethoprak sebagai bagian dari rangkaian Upacara Adat Ngrowodh yang menjadi tradisi masyarakat Girikerto. Kegiatan ini semakin memiliki makna penting karena Girikerto kini menyandang status sebagai salah satu Kalurahan Mandiri Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam setiap pementasan, Paguyuban Kethoprak Pamong Budaya selalu mendapat pendampingan dari Sugiman Dwi Nurseto, yang telah lama menjadi pembina sekaligus pengarah artistik kelompok tersebut. Selain itu, sejumlah seniman senior juga kerap diundang sebagai pemain tamu untuk menambah kualitas pertunjukan.

"Kami selalu meminta arahan mas Sugiman Dwi Nurseto karena beliau sudah lama mendampingi dan sangat memahami karakter anggota kami. Kami juga mengundang beberapa seniman senior untuk ikut bermain dalam setiap pementasan," ujar Sudibyo.

Dukungan terhadap keberadaan paguyuban juga datang dari para mantan pamong. Salah satunya disampaikan oleh Warsono, mantan Kepala Dukuh Nangsri.

"Walaupun saya dan beberapa teman sudah purna tugas, kami tetap mendukung keberadaan Pamong Budaya ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi. Selama kami masih sehat dan mampu, kami akan terus ikut berpartisipasi," ujarnya.

Sementara itu, pementasan yang dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026 juga mendapat dukungan dari Indra Bangsawan, anggota DPRD Kabupaten Sleman, yang bahkan terlibat langsung sebagai salah satu pemain dalam pertunjukan.

Menurut Indra Bangsawan, keterlibatannya merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus dukungan terhadap upaya pelestarian seni budaya warisan leluhur.

"Ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat agar seni budaya warisan leluhur tetap lestari dan berkembang. Di dalamnya terkandung banyak nilai luhur serta ajaran kehidupan yang masih sangat relevan bagi masyarakat saat ini," ucap anggota DPRD Kabupaten Sleman tersebut di sela-sela latihan persiapan pementasan.

Melalui Paguyuban Kethoprak Pamong Budaya, Pemerintah Kalurahan Girikerto membuktikan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para seniman, melainkan juga pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Seni budaya menjadi media yang efektif untuk memperkuat kebersamaan, membangun silaturahmi, sekaligus menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....