Seni Tradisi Membentuk Karakter Hidup Istrini Marsidah
- 14 Mar 2026 13:20 WIB
- Yogyakarta
lRRI.CO.ID, Yogyakarta - Pengenalan budaya sejak dini sangat penting dalam membentuk jati diri dan karakter anak di masa depan. Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut dialami oleh Ibu Istrini Marsidah, perempuan berusia 49 tahun yang tinggal di Mriyan, Kasuran, Margomulyo, Seyegan. Sejak kecil, ia telah dikenalkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya tradisional oleh kedua orang tuanya. Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam dan membentuk nilai-nilai kehidupan yang ia pegang hingga saat ini.
Mengenal Seni Tradisi Sejak Usia 10 Tahun
Menurut Mbak Rini, panggilan akrabnya, kecintaannya terhadap seni tradisi mulai tumbuh sejak usia 10 tahun. Saat itu, kedua orang tuanya sering mengajak dirinya menyaksikan berbagai pertunjukan seni tradisional.
“Sejak umur 10 tahun saya sudah dikenalkan dengan seni tradisi, baik seni tari, karawitan, maupun seni tradisi lainnya oleh Bapak dan Ibu saya. Dari situlah saya tertarik untuk mengetahui dan belajar lebih dalam lagi, walaupun sebenarnya bukan bercita-cita menjadi seorang seniman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seni tradisi mengandung banyak nilai kehidupan yang sangat bermanfaat. Nilai-nilai seperti kebersamaan, saling menghormati, menghargai, serta unggah-ungguh atau tata krama menjadi pelajaran berharga yang masih ia terapkan hingga sekarang.
Aktif di Paguyuban Kembang Teater Seyegan, kecintaan terhadap seni tradisi akhirnya membawa Mbak Rini bergabung dengan Paguyuban Kembang Teater di Kapanewon Seyegan. Kelompok seni ini berada di bawah komando Bapak Purwanto BW dan Bapak Subarjo.
Di paguyuban tersebut, ia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan seni tradisional, baik dalam pementasan maupun kegiatan lain yang diselenggarakan oleh kelompok tersebut. Salah satu kegiatan yang ia ikuti adalah proses pembuatan sinema berjudul “KASETYAN”.
Pengalaman Berharga dalam Pembuatan Sinema “Kasetyan”
Mbak Rini mengaku sangat antusias ketika diminta untuk ikut terlibat dalam produksi sinema tersebut. Tanpa ragu, ia langsung menerima tawaran tersebut dengan penuh semangat.
“Kalau sudah cinta, rasanya sulit untuk meninggalkan. Bahkan selalu ada rasa rindu kepada yang dicintai. Saat diminta untuk ikut dalam pembuatan paket sinema bersama teman-teman Kembang Teater, saya langsung menerimanya dengan senang hati,” ujarnya.
Meski perannya dalam film tersebut tidak besar, ia tetap menikmati seluruh proses yang dijalani. Baginya, pengalaman tersebut sangat menyenangkan sekaligus memberikan banyak pelajaran baru.
Ia juga merasakan kehangatan kebersamaan selama proses produksi berlangsung. Canda tawa bersama kru dan para pemain lain menjadi bagian dari pengalaman yang tak terlupakan. Terlebih lagi, para senior di kelompok tersebut selalu sabar dalam memberikan arahan dan bimbingan.
Harapan untuk Pelestarian Seni Tradisi
Di akhir perbincangannya dengan RRI, Mbak Rini berharap agar seni tradisi tetap lestari dan terus berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, seni budaya tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Harapan kami, semoga seni tradisi apa pun bentuknya bisa tetap lestari dan berkembang. Seni budaya harus menjadi kebanggaan serta tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu, budaya juga penting sebagai dasar dalam pendidikan karakter anak cucu kita,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa budaya dan nilai religi harus berjalan seiring, karena keduanya merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....