Bonifasius Vico "Ciblex Vertigo", Seniman Komedi dan Kethoprak Berprestasi

  • 11 Agt 2026 10:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Sesuatu yang dilakukan dengan tekun dan tulus pasti akan berbuah manis pada waktunya. Hal ini dibuktikan oleh Bonifasius Vico Hernanto, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Ciblex Vertigo. Pemuda kelahiran 1995 ini sukses menorehkan prestasi gemilang di panggung seni pertunjukan daerah.

Berawal dari kecintaannya pada seni tradisi, Vico serius belajar hingga terjun ke dunia hiburan sebagai komedian dan pemain kethoprak. Usahanya kembali berbuah manis setelah ia berhasil meraih predikat Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Kethoprak DIY 2026 melalui perannya sebagai Nurseto dalam lakon Tatu bersama kontingen Kabupaten Sleman.

Vico menceritakan bahwa perjalanan karirnya dimulai dari ketertarikannya menonton seni dagelan.

"Pada awalnya saya cuma seneng nonton dagelan, lama-kelamaan kok jadi ingin ikut. Begitu ada kesempatan tanpa pikir panjang langsung saya ambil. Dan ternyata memang benar, tidak semudah yang saya bayangkan, namun itu saya anggap sebagai tantangan yang harus saya jalani," ucap Vico.

Untuk mengasah kemampuannya, pemuda yang dikenal humoris ini banyak menimba ilmu dari para senior seni pertunjukan Jawa, seperti Mbah Marwoto, almarhum Bambang Rabiyes, hingga Sugeng Surono, serta rekan duetnya di grup 2 Derajad Celcius, Fajar Chotiet. Di panggung kethoprak, ia juga banyak belajar dari sosok seperti Sugiman Dwi Nurseto dan Dalijo Angkring.

Putra dari pasangan almarhum Aloysius Sugeng Marwoto dan Theresia Liem Erna Nio ini tidak hanya aktif sebagai komedian dan pembawa acara (MC), tetapi juga makin diperhitungkan dalam panggung kethoprak profesional melalui berbagai penghargaan yang diraihnya.

Bagi Vico, kunci utama dalam menekuni dunia seni adalah ketulusan dan keberanian untuk berproses tanpa mengeluh.

"Dalam berkesenian itu sebaiknya memang harus berkarya dengan hati, berbicara dengan jiwa. Karena buat saya seni itu bukanlah benda, namun sebuah jalan untuk mencapai tujuan. Jangan malu mempelajari seni tradisi yang kita miliki, bahkan selayaknya kita bangga pada warisan leluhur yang adiluhung ini," ujarnya.

Deretan prestasi nasional hingga internasional telah berhasil disabetnya, di antaranya:

  • Juara 1 Tingkat Nasional Festival Tari Nusantara (Pemusik Kontingen DIY) (2014)
  • Juara 1 Tingkat Nasional Festival Parade Musik Nusantara (Pemusik) (2014)
  • Pemusik di Istana Kepresidenan Jakarta dalam Peringatan 70 Tahun RI (2015)
  • Misi Budaya Indonesia–Jepang di Iwate, Jepang (2019)
  • Pemeran Pembantu Pria Terbaik Festival Kethoprak Kabupaten Sleman (2019)
  • Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Kethoprak Kabupaten Sleman (2023)
  • Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Kethoprak Tingkat DIY (2023)
  • Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Kethoprak Tingkat DIY (2026)

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu menjaga dan melestarikan seni tradisi lokal.

"Pokoknya jadilah dirimu sendiri, buktikan pada dunia bahwa seni tradisi itu patut untuk diapresiasi. Tetap semangat untuk berkarya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....