Resep Pasutri Jogja Wujudkan Keluarga Hebat Lewat Bahasa Cinta
- 11 Agt 2026 06:46 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pasangan suami istri yang mampu menciptakan hubungan sehat dan hangat menjadi kunci utama dalam membentuk keluarga yang hebat. Topik tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi di Pro 1 RRI Yogyakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Hadir sebagai narasumber, pasangan suami istri Yohanes Suryo Kusharyanto dan Christina Nanik Lestari yang telah membina rumah tangga selama 25 tahun sekaligus menjadi pegiat pendamping pasutri di Yogyakarta.
Pegiat Pendamping Pasutri Yogyakarta Christina Nanik Lestari mengatakan terdapat lima bahasa cinta yang dapat diterapkan dalam hubungan rumah tangga, yakni memberikan pujian, meluangkan waktu berkualitas, memberi dan menerima hadiah, bekerja sama serta melayani pasangan, hingga memberikan sentuhan fisik.
Nanik menambahkan bahwa ia dan suaminya menerapkan pembagian peran rumah tangga secara fleksibel.
"Seperti kadang yang masak suami saya, atau bersama saat menjemur pakaian," ujarnya.
Pernyataan tersebut disetujui oleh suaminya, Yohanes Suryo Kusharyanto.
"Kita harus saling terus belajar berkaitan tugas dalam keluarga," ucapnya.
Dalam dialog tersebut, salah seorang pendengar asal Sleman, Johny Sutanto, menanyakan perihal relevansi prinsip bibit, bobot, bebet dalam memilih pasangan hidup.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Suryo menjelaskan bahwa penerapan falsafah Jawa tersebut tetap harus dilandasi oleh kekuatan iman.
"Karena dalam perjalanan terkadang bobotnya turun," ujarnya.
Ia mencontohkan kondisi ketika suami mengalami sakit berat sehingga peran pencari nafkah utama harus beralih ke istri.
"Intinya ya menerima dalam suka dan duka. Ini semua terbentuk dari mulai saat pacaran serius," ucapnya.
Sementara itu, menjawab pertanyaan pendengar lain melalui WhatsApp mengenai hal sederhana yang penting untuk dipahami, Nanik menegaskan pentingnya keberanian untuk saling memaafkan dan menerima pasangan secara utuh sejak awal.
"Kalau mau kelebihannya, ya dari awal kita harus mau menerima kekurangannya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....