Monev Bank Sampah Perkuat Gerakan Keluarga MASJOS

  • 18 Jun 2026 12:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bank Sampah se-Kelurahan Brontokusuman menjadi momentum penting untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa 9 Juni 2026 tersebut dihadiri oleh 19 Bank Sampah serta 23 Ketua Rukun Tetangga (RT) tingkat Rukun Warga (RW) yang turut berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari empat tim strategis yang selama ini menjadi penggerak program pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta. Keempat tim tersebut terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Tim Forum Bank Sampah (FBS) Kota Yogyakarta, Bank Sampah Induk, serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Yogyakarta Kelompok Kerja (Pokja) III.

Monev ini bertujuan untuk memantau keaktifan operasional Bank Sampah sekaligus memastikan tertib administrasi yang menjadi salah satu indikator keberhasilan program. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap laporan hasil buka lapak bulanan yang disampaikan oleh masing-masing unit Bank Sampah sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pengelolaan.

Sekertaris Forum Bank Sampah Kelurahan Brontokusuman Ida Ayu Fitriyanti, SE menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting untuk menjaga keberlanjutan program. “Melalui monev ini, kami dapat melihat perkembangan setiap unit Bank Sampah, sekaligus memberikan pendampingan agar pengelolaannya semakin baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lurah Brontokusuman, Maryanto, S.E., M.M. (kiri), Kepala Jawatan Kemakmuran Kemantren Mergangsan, Mohammad Ikhwan Pribadi, S.I.P., (tengah) dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Dyah Ayu Tri Widowati (kanan), memimpin jalannya Monitoring dan Evaluasi Bank Sampah se-Kelurahan Brontokusuman. (Foto: Tim Dokumentasi Kalurahan Brontokusuman)

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, monev tahun ini melibatkan TP PKK secara lebih aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Langkah tersebut dinilai strategis mengingat sepanjang tahun 2026, Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta telah menjalin sinergi dengan PKK Kota Yogyakarta untuk menyosialisasikan program Keluarga MASJOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah) hingga tingkat PKK RT dan RW di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.

Perwakilan TP PKK Kota Yogyakarta menilai keterlibatan keluarga menjadi kunci utama dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Kesadaran mengelola sampah harus dimulai dari rumah tangga. Ketika keluarga sudah terbiasa memilah dan mengolah sampah, maka dampaknya akan terasa bagi lingkungan secara luas,” ucapnya.

Semangat kolaborasi yang tumbuh melalui program Keluarga MASJOS menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat dari unit terkecil, yaitu keluarga. Dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, Bank Sampah, hingga PKK, gerakan ini diharapkan terus berkembang dan menjadi budaya positif di tengah masyarakat. Keluarga MASJOS pun terus menggaungkan semangat “Siap Pilah, Siap Olah di Bank Sampah” sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....