Dari Kecelakaan Maut, Diwa Foundation Tebar Harapan untuk Difabel

  • 06 Jul 2026 07:12 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pengalaman nyaris menjadi penyandang disabilitas akibat kecelakaan maut menginspirasi Diah Warih Anjari mendirikan Diwa Foundation sebagai wadah kepedulian terhadap kelompok rentan. Melalui yayasan yang berdiri lima tahun lalu bersama para relawan, Diah kini menggagas berbagai program sosial, salah satunya bedah rumah bagi penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta.

Diah menceritakan, kecelakaan yang dialaminya sekitar 13 tahun lalu menjadi titik balik dalam hidupnya. Saat itu ia mengalami patah tulang di sembilan bagian tubuh hingga sempat kehilangan kemampuan berjalan dan menggerakkan tangan. Kondisi tersebut membuatnya merasakan langsung beratnya menjalani hidup dengan keterbatasan fisik. "Saya mengalami kecelakaan maut 13 tahun lalu. Badan saya patah sembilan. Saya sempat tidak bisa jalan maupun menggerakkan tangan. Saat itu saya berpikir, kalau tidak bisa berjalan, saya difabel," ujarnya saat ditemui, Minggu 5 Juli 2026.

Diwa Foundation menyerahkan bantuan renovasi rumah bagi keluarga penyandang disabilitas di Yogyakarta, membuktikan bahwa kepedulian yang lahir dari pengalaman pahit dapat menghadirkan perubahan nyata bagi sesama. (Foto: jogjaoke.com/Wawan)

Menurut Diah, masa pemulihan yang panjang membangun empati mendalam terhadap perjuangan para penyandang disabilitas. Ia memahami bahwa tantangan yang dihadapi bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga menyangkut kondisi mental, ekonomi, hingga lingkungan tempat tinggal yang belum sepenuhnya ramah bagi kelompok difabel. "Karena saya sempat mengalami sakit dalam keterbatasan, saya merasakan bagaimana teman-teman difabel menjalani hidup," ucapnya.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Diwa Foundation kemudian menjalankan program bedah rumah sebagai bentuk aksi nyata membantu penyandang disabilitas. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi pertama gerakan tersebut sebelum diperluas ke berbagai daerah di Indonesia. "Kami hadir di Jogja karena kita mulai dari titik nol. Nanti Jogja kita estafet menuju kota-kota lain," katanya.

Pelukan hangat menjadi simbol hadirnya harapan baru. Berawal dari pengalaman pahit menghadapi keterbatasan, Diah Warih Anjari melalui Diwa Foundation menyalurkan bantuan renovasi rumah bagi penyandang disabilitas di Yogyakarta. (Foto: jogjaoke.com/Wawan)

Pada tahap awal, program menyasar rumah Mursiti, penyandang disabilitas mental, serta Rohmawati yang memiliki putra penyandang tuna daksa bernama Zaki. Diwa Foundation mengalokasikan bantuan renovasi lebih dari Rp20 juta untuk masing-masing rumah melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan semangat gotong royong bersama masyarakat. Diah menegaskan penyandang disabilitas menjadi prioritas karena membutuhkan hunian yang aman, nyaman, sehat, serta sesuai dengan kebutuhan mereka.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Diwa Foundation. Menurutnya, kepedulian terhadap penyandang disabilitas harus mencakup seluruh aspek, baik fisik maupun mental. "Difabilitas itu tidak hanya masalah fisik, tetapi bisa juga secara jiwa," ujarnya. Ia menambahkan rumah Mursiti diprioritaskan untuk direnovasi karena mengalami kerusakan berat dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya. "Rumahnya sudah jebol. Kalau roboh tentu membahayakan penghuninya," katanya.

Berawal dari kisah selamat dari kecelakaan maut, Diah Warih Anjari mengubah rasa sakit menjadi aksi nyata.. (Foto: jogjaoke.com/Wawan)

Melalui program tersebut, Diwa Foundation berharap gerakan kemanusiaan dapat terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak pihak. Diah optimistis kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat akan memperluas manfaat bagi keluarga penyandang disabilitas yang membutuhkan. "Harapan kami, kebaikan ini menjadi kebaikan bersama. Kami ingin mengajak lebih banyak pihak ikut peduli," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....