Kasus Daycare Viral Jadi Sorotan Dunia Pendidikan Anak
- 04 Jun 2026 04:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare yang belakangan viral di media sosial menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk lembaga pendidikan anak usia dini. Menanggapi peristiwa tersebut, Kinderstation School menyampaikan pandangannya dalam kegiatan yang berlangsung di Yogyakarta, Minggu, 30 Mei 2026. Kinderstation School menilai peristiwa tersebut sebagai ironi yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan dan layanan pengasuhan anak. Kasus itu dinilai tidak hanya berdampak pada korban dan keluarganya, tetapi juga memengaruhi citra lembaga penitipan anak secara umum.
Kepala Sekolah Kinderstation Senior High School, Maria Miwita Rosari, S.Pd., menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang menempatkan anak-anak sebagai korban. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pukulan bagi dunia pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak. “Ini sungguh ironi. Di dunia pendidikan kok bisa terjadi kejadian yang sangat mengiris hati, di mana korbannya adalah anak-anak. Banyak orang tua yang merasa ditipu atau dikecewakan. Menurut kami ini sudah masuk ranah kriminal,” ujarnya.
Maria menambahkan bahwa kasus tersebut harus menjadi pembelajaran bersama, baik bagi orang tua maupun penyelenggara pendidikan. Ia menilai transparansi dan keterbukaan merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, orang tua perlu memiliki akses yang cukup untuk mengetahui bagaimana lingkungan, budaya, serta sistem pengasuhan yang diterapkan di lembaga pendidikan anak.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan, Kinderstation School menerapkan sejumlah mekanisme yang memungkinkan orang tua mengenal lingkungan sekolah sebelum menitipkan anaknya. Salah satunya melalui program sit-in class yang memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran serta interaksi antara guru dan peserta didik. “Kami berusaha membangun trust antara orang tua, anak, dan sekolah. Orang tua perlu mengetahui bagaimana budaya sekolah, bagaimana proses pembelajaran berlangsung, serta bagaimana anak diperlakukan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Marketing Communication Kinderstation School, Reina Salsabila, menilai kasus daycare yang viral berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penitipan anak. Menurutnya, kekhawatiran orang tua merupakan hal yang wajar mengingat daycare selama ini dipercaya sebagai tempat yang membantu mendampingi anak saat orang tua bekerja. “Sebagai pelaku di dunia pendidikan anak usia dini, kami sangat menyayangkan. Jogja selama ini dikenal sebagai kota pelajar dan kota yang ramah. Kasus seperti ini tentu bisa membuat orang tua menjadi khawatir dan mengurangi kepercayaan terhadap daycare secara keseluruhan,” ujarnya.
Reina menegaskan bahwa daycare seharusnya berfungsi sebagai perpanjangan tangan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak, bukan menggantikan peran utama keluarga dalam pengasuhan. Ia mengatakan, keberadaan daycare bertujuan membantu orang tua mengawasi dan mendampingi anak selama menjalankan aktivitas pekerjaan. “Kami selalu menekankan bahwa daycare membantu orang tua mengawasi dan mendampingi anak selama mereka bekerja. Merawat dan membesarkan anak tetap menjadi peran utama orang tua,” katanya.
Meski kasus tersebut menjadi perhatian publik, Kinderstation School mengaku tidak mengalami penurunan minat masyarakat. Namun, pihak sekolah mencatat semakin banyak orang tua yang aktif menanyakan sistem keamanan dan pengawasan anak sebelum melakukan pendaftaran. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kinderstation menyediakan sesi observasi, wawancara orang tua, trial class, hingga ruang tunggu yang memungkinkan keluarga memantau proses adaptasi anak. “Kami memahami kekhawatiran orang tua. Karena itu komunikasi menjadi hal yang paling penting. Orang tua adalah pihak yang paling memahami kebutuhan anaknya, sementara sekolah bertugas menjadi mitra yang membantu memastikan anak tetap aman, nyaman, dan berkembang dengan baik,” kata Reina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....