Langkah Antisipatif Jika Musim Kemarau Datang Lebih Awal

  • 07 Mar 2026 20:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Beberapa langkah antisipasi dapat dilakukan jauh sebelum musim kemarau datang. Tips tersebut disampaikan petugas Media Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Sita. Melalui Pro1 Jogja, Sita menyampaikan informasi dan tips kebencanaan, Jumat, 6 Maret 2026.

“Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) sendiri memperkirakan musim kemarau tahun ini datang lebih awal,” katanya.

Menurutnya pada bulan April, beberapa wilayah di Indonesia mempunyai sifat hujan normal dan di bawah normal. “Bawah normal berarti curah hujan lebih sedikit dibanding rata – rata normal,” ujarnya.

Seperti disampaikan Sita, berikut beberapa langkah antisipatif saat musim kemarau datang:

1. Pada sektor pangan, menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman. Tanaman yang membutuhkan sedikit air serta siklus tanam lebih pendek, dapat menjadi pilihan.

2. Pada sektor sumber daya, melakukan revitalisasi waduk. Selain itu dengan memperbaiki jaringan distribusi air serta memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat.

3. Pada sektor energi, dengan memastikan kapasitas air bendungan utk operasional PLTA.

4. Pada sektor lingkungan, dengan menyiapkan mekanisme respon cepat untuk antisipasi memburuknya kualitas udara.

5. Pada sektor kehutanan dan kebencanaan, perlu kesiapsiagaan mengatasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Mengutip laman BMKG, siaran pers 4 Maret 2026 menyebutkan BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau lebih awal. Hal ini dipicu berakhirnya fenomena La Nina. Fenomena tersebut muali melemah pada Februari 2026.

Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Begitu juga sebagaian besar Sulawesi, Kalimantan bagian selatan dan timur, Maluku, dan sebagian wilayah Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....