Suyono Bangkit dan Mandiri meski Kehilangan Penglihatan

  • 06 Jun 2026 12:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menyandang disabilitas netra merupakan tantangan besar yang harus dihadapi dengan semangat, ketekunan, dan pantang menyerah. Dengan dukungan keluarga serta kemauan untuk terus berkembang, penyandang tunanetra dapat meraih kemandirian dan berkontribusi di tengah masyarakat. Salah satu kisah inspiratif tersebut datang dari Suyono, Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kabupaten Sleman.

Dalam siaran program Ruang Disabilitas Pro1 Radio Republik Indonesia pada Sabtu 6 Juni 2026, Suyono menceritakan perjalanan hidupnya sebagai penyandang disabilitas netra.

"Sejak usia 15 tahun saya dinyatakan tidak dapat menggunakan penglihatan lagi akibat benturan yang menyebabkan gangguan permanen. Saat itu saya sempat mengalami keterpurukan karena masih berusia muda, harus berhenti sekolah, dan kondisi mental belum stabil. Namun berkat dukungan keluarga, saya akhirnya mampu bangkit kembali," ujar Suyono.

Setelah berhasil melewati masa sulit, Suyono mulai mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai kursus keterampilan dan aktif bergabung dalam organisasi penyandang disabilitas. Langkah tersebut menjadi titik awal untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Ia kemudian memilih fokus menekuni bidang terapi pijat sebagai keterampilan utama. Melalui proses belajar dan pengalaman yang terus berkembang, keterampilan tersebut berhasil menjadi usaha yang menopang perekonomiannya.

"Saya fokus mengikuti kursus terapi, kemudian terus berproses hingga akhirnya keterampilan tersebut menjadi usaha dan sumber mata pencaharian. Dengan berbagai dinamika yang dihadapi, usaha ini mampu bertahan, dikenal masyarakat, dan memiliki pelanggan tetap," katanya.

Di tengah kesibukannya menjalankan usaha, Suyono tetap aktif berorganisasi melalui PERTUNI Sleman. Baginya, organisasi menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, melakukan kegiatan sosial, memperluas jaringan, serta menggali potensi yang dapat dikembangkan demi kemajuan diri, keluarga, dan komunitas penyandang disabilitas.

Kisah Suyono menjadi bukti bahwa keterbatasan penglihatan bukanlah penghalang untuk meraih kemandirian. Dengan semangat, dukungan keluarga, serta kemauan untuk terus belajar, penyandang disabilitas netra dapat bangkit, berkarya, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat luas.(Rifa Hanafi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....