Prospek Pertanian Jagung di Gunungkidul Terus Meningkat
- 06 Jan 2026 07:56 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Gunungkidul: Kabupaten Gunungkidul mulai memasuki masa panen perdana jagung pada Januari 2026. Panen awal tersebut berlangsung di wilayah Kapanewon Ngawen, tepatnya di Kelompok Tani Sumber Rejeki, Padukuhan Sukarejo, Kalurahan Sambirejo.
Sebagaimana diketahui, sebagian besar wilayah Gunungkidul merupakan lahan pertanian tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan. Pada tahun 2025, awal musim hujan di beberapa wilayah Gunungkidul terjadi sejak awal Oktober, sementara secara umum hujan mulai turun pada dasarian ketiga Oktober 2025.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ngawen, Heri Setyawan menjelaskan, wilayah Kapanewon Ngawen, khususnya Kalurahan Sambirejo, telah menerima hujan sejak awal Oktober 2025. Secara kumulatif, curah hujan di wilayah tersebut pada Oktober 2025 mencapai sekitar 200 milimeter, meningkat pada November 2025 hingga 365 milimeter.
Sementara itu, pada Desember 2025 curah hujan mengalami penurunan signifikan dengan akumulasi sekitar 105 milimeter. “Dengan datangnya hujan lebih awal, tanaman jagung di Kelompok Tani Sumber Rejeki dapat tumbuh lebih cepat sehingga panen perdana sudah mulai dilakukan dibandingkan wilayah lain,” ujar Heri, Selasa (6/1/2026).
Ia menambahkan, luas panen awal diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare dan akan dilaksanakan secara bertahap. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas jagung tercatat mencapai 5,6 ton pipilan kering per hektare dengan pola tanam monokultur.
Bertanam sejak Oktober
Sementara itu, Subkoordinator Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Danang Sutopo mengatakan, pada musim tanam pertama tahun 2025/2026, luas tanam jagung di Kabupaten Gunungkidul mencapai 42.427 hektare yang tersebar di 18 kapanewon.
Menurutnya, penanaman jagung umumnya dimulai pada pekan ketiga Oktober 2025. Namun, sejumlah wilayah, termasuk Kapanewon Ngawen, khususnya Kelompok Tani Sukarejo, Kalurahan Sambirejo, telah memulai tanam sejak awal Oktober.
“Luas tanam jagung pada Oktober 2025 tercatat mencapai 25.663 hektare, sedangkan pada November 2025 seluas 16.764 hektare. Dengan demikian, total luas tanam pada musim tanam pertama mencapai 42.427 hektare,” kata dia.
Dengan usia tanaman jagung rata-rata sekitar 90 hari, Danang memprediksi panen raya jagung di Kabupaten Gunungkidul akan berlangsung mulai akhir Januari hingga Februari 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, menyampaikan harapannya agar Gunungkidul dapat melaksanakan panen raya jagung pada akhir Januari 2026. Hal tersebut didukung oleh kondisi musim hujan yang relatif cukup, meskipun pada Desember 2025 sempat terjadi penurunan curah hujan.
Rismiyadi juga mengungkapkan bahwa pada musim tanam pertama ini, Dinas Pertanian dan Pangan telah menyalurkan bantuan benih jagung hibrida sebanyak 58,46 ton untuk mendukung luas tanam sekitar 5.846 hektare.
Selain itu, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga Desember 2025 juga menunjukkan capaian yang cukup baik. Penyaluran pupuk urea telah mencapai 11.727 ton dari total alokasi 15.363 ton atau sebesar 76,34 persen. Sementara itu, pupuk NPK telah tersalurkan sebanyak 11.742 ton dari alokasi 12.451 ton atau sekitar 94,31 persen.
“Dengan dukungan benih dan pupuk yang memadai, kami berharap produktivitas jagung petani Gunungkidul dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah,” ucapnya, menandaskan. (ulfah/rini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....