DKPP Bantul Perkuat Irigasi Pertanian, Jangkau 180 Kelompok Tani
- 11 Agt 2026 07:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan dan mengoptimalkan produktivitas sektor pertanian. Tahun ini, berbagai program pengelolaan serta rehabilitasi jaringan irigasi digelontorkan untuk menjangkau hampir 180 kelompok tani di seluruh wilayah Bantul.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt., M.Si., saat ditemui di Baran, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu.
Salah satu program utama yang dijalankan adalah Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PITER). Program ini berfokus pada perbaikan dan pembangkatan saluran irigasi tersier yang belum terbangun permanen. Sebanyak 34 kelompok tani menerima alokasi PITER dengan anggaran masing-masing sebesar Rp100 juta.

Selain PITER, DKPP Bantul juga menyalurkan bantuan Irigasi Pompa (Irpom) dan Irigasi Pipa (Irpim) guna menjamin ketersediaan pasokan air di lahan pertanian. "Melalui program Irpom, kami memanfaatkan sumber air yang ada, baik dari sungai maupun sumur bor dangkal dengan kedalaman maksimal 60 meter," Kata Joko Waluyo.
Untuk program Irpom sendiri disalurkan sebanyak 20 unit dengan bantuan anggaran sebesar Rp155 juta per kelompok. Jika ditotal, gabungan penerima program PITER, Irpom, dan Irpim mencapai 55 kelompok tani. Seluruh pengerjaan fisik bantuan tersebut dilaksanakan secara swakelola langsung oleh kelompok tani penerima.
Tak hanya itu, DKPP Bantul juga bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melalui Program SIPURI yang melakukan rehabilitasi jaringan irigasi bagi 108 kelompok tani. Di samping itu, perbaikan serta pembangunan jaringan irigasi primer/daerah juga menyasar sekitar 26 kelompok tani lainnya.

Secara keseluruhan, akumulasi dari seluruh program jaringan irigasi tahun ini mencakup hampir 180 kelompok tani di Kabupaten Bantul. Pemerintah Kabupaten Bantul berharap perbaikan infrastruktur air ini dapat mengatasi kendala ketersediaan air yang kerap dihadapi petani, terutama saat memasuki musim tanam.
"Harapan kami, kebutuhan air untuk lahan pertanian bisa mencukupi hingga ke kawasan hilir (petit). Dengan pasokan air yang lancar, proses tanam dan panen bisa lebih cepat, kesuburan tanah serta tanaman terjaga, dan ujungnya produktivitas pertanian di Bantul dapat meningkat signifikan," kata Joko Waluyo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....